Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 10:57 WIB

Keracunan Massal di Cipongkor, 301 Siswa Terkena Dampak

Author

Keracunan Massal di Cipongkor, 301 Siswa Terkena Dampak

Jumlah siswa yang mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan bergizi gratis di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mencapai 301 orang.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Ratusan korban kini dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di daerah tersebut, dengan kondisi yang terus berkembang.

Jumlah Korban Terus Bertambah

Hingga malam 22 September 2025, laporan mengenai keracunan mencapai 301 siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMK.

Korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di Kecamatan Cipongkor, termasuk Puskesmas Cipongkor dan RSUD Cililin, dengan jumlah yang berpotensi meningkat.

Kapolsek Sindangkerta, Iptu Sholehuddin, mengkonfirmasi bahwa laporan korban yang berdatangan ke posko utama terus meningkat dan memerlukan penanganan segera.

Dia menekankan, 'Kondisi ini berpotensi menambah jumlah korban', yang memberikan tanda bahaya terkait insiden ini.

Penanganan Medis dan Kesehatan Korban

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia N Sukandar, menyatakan bahwa penanganan darurat telah mulai dilakukan untuk siswa yang terdampak.

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Dia mengungkapkan, 'Saat ini paling dibutuhkan, oksigen. Kami Dinkes meng-handle kebutuhan oksigen dari RSUD Cililin.'

Korban yang mengalami sesak napas menjadi prioritas, oleh karena itu perlu adanya koordinasi antar rumah sakit.

Fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta telah disiapkan untuk mengatasi lonjakan jumlah korban.

Status Kejadian Luar Biasa Segera Ditetapkan

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait insiden keracunan ini.

Status KLB akan diumumkan setelah pengumpulan data dan hasil uji laboratorium terhadap sampel korban selesai dilakukan.

Langkah ini penting untuk menjamin penanganan yang cepat dan tepat, serta untuk mencegah penularan lebih lanjut di masyarakat.

Banyak langkah pencegahan dan penanganan akan dilaksanakan guna melindungi masyarakat dan siswa dari potensi risiko kesehatan yang lebih besar.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU