Jumat, 04 JULI 2025 • 06:51 WIB

Tragedi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Author

Generated by Journalist AI

urbanvibe.id – KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam, menimbulkan tragedi dengan sedikitnya enam korban jiwa dan puluhan orang hilang. Kapal ini berlayar dari Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.

Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama

Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam setelah diduga mengalami kebocoran di ruang mesin. Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan bahwa ‘pukul 00.16 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal.’

Kebocoran ini memicu momen krisis di atas kapal, yang membuat situasi semakin genting saat tim di lapangan berusaha mendapatkan informasi tentang kondisi penumpang dan awak. Hal ini mengarah pada tindakan darurat dari pihak berwenang untuk segera melakukan pencarian.

Proses Pencarian Korban

Hingga Kamis petang, dari total 65 penumpang dan awak kapal, 35 orang telah ditemukan. Sayangnya, enam orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara 29 lainnya dinyatakan selamat.

Tim pencarian terdiri dari berbagai unit, termasuk helikopter rescue HR 3606, Pesud P-8304, dan satu unit helikopter milik POLRI. Ditambah lagi, penggunaan thermal drone untuk menyisir area perairan Selat Bali menunjukkan keterpaduan dalam upaya pencarian.

Kepala Kantor SAR dan Investigasi Kecelakaan

Pencarian korban berlanjut pada hari kedua dengan fokus pada 30 penumpang dan awak kapal yang masih hilang. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, merinci bahwa data manifest menunjukkan ada 30 orang yang belum ditemukan dan tim gabungan terus berupaya mencari.

Nanang menjelaskan, pencarian akan difokuskan menggunakan alat laut skala besar. Menurutnya, ‘gelombang laut di selatan Pulau Bali akan tinggi sehingga kapal kecil akan ditarik terlebih dahulu.’

Menhub Dudy Purwagandhi menyerahkan investigasi penyebab tenggelamnya kapal ini kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia hanya menyoroti bahwa ‘adapun penyebab kecelakaan kami akan menyerahkan kepada KNKT untuk melakukan investigasi,’ mengedepankan keperluan untuk menyelamatkan korban sebelum berbicara lebih jauh tentang dugaan awal penyebab kecelakaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU