urbanvibe.id – Kasus penganiayaan yang melibatkan driver ShopeeFood dan pelanggan di Sleman, Yogyakarta, berakibat pada penetapan tiga tersangka. Insiden ini terjadi akibat keterlambatan pengantaran pesanan yang tidak sesuai harapan pelanggan.
Insiden terjadi pada 3 Juli 2025 dan melibatkan seorang pelanggan bernama TTW yang memprotes keterlambatan pengiriman kopinya. Pihak kepolisian kemudian mengambil tindakan tegas dengan menangkap tersangka yang terdiri dari pemesan beserta dua anggota keluarganya.
Latar Belakang Insiden
Insiden ini bermula ketika pelanggan bernama TTW memesan kopi melalui aplikasi ShopeeFood. Pesanan yang seharusnya datang tepat waktu ternyata terlambat, hingga mengakibatkan kemarahan dari pihak pelanggan.
TTW yang bekerja sebagai staf admin pelabuhan merasa kecewa dan marah karena pesanan kopi baru tiba setelah beberapa jam. Dia pun memprotes dan meluapkan kemarahannya kepada AML, pacar driver yang membantu pengiriman diganggu di lokasi kejadian.
Ketika keributan terjadi, AML juga menjadi sasaran kekerasan dari TTW dan keluarganya, memperparah situasi yang sudah tegang.
Klarifikasi dan Tindakan Polisi
Ketua RT setempat, Nur Salim, awalnya memberikan informasi yang kurang tepat mengenai waktu kedatangan pesanan. Ia kemudian merevisi keterangannya, mengakui bahwa pengantarannya hanya terlambat sekitar lima hingga enam puluh menit, bukan seperti yang dikatakan sebelumnya.
Sebagai bagian dari penyelidikan, ShopeeFood menyatakan bahwa keterlambatan pengiriman hanya berlangsung selama delapan menit. Rizkyandi Ramadhan, Head of Business Development ShopeeFood Indonesia, menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena kondisi lalu lintas.
Polresta Sleman menetapkan tiga tersangka: TTW, RTW, dan RHW. Ketiga orang ini terlibat langsung dalam penganiayaan yang dialami oleh AML saat mereka berupaya melampiaskan kemarahan akibat ketidakpuasan terhadap layanan.
Reaksi Pihak Terkait
Menyikapi insiden tersebut, ShopeeFood menyatakan keprihatinan mendalam. Perusahaan menegaskan komiten untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap pengemudi mereka dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Rizkyandi Ramadhan menyatakan, ‘ShopeeFood sangat menyayangkan dan prihatin atas insiden yang menimpa mitra pengemudi kami di Yogyakarta pada 3 Juli 2025.’
Dalam pernyataannya, ShopeeFood juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menjaga situasi tetap kondusif selama proses hukum berlangsung. Hal ini demi menghormati jalannya proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: