Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 02:44 WIB

Protes Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan di Cirebon Memanas

Author

urbanvibe.id – Warga Cirebon yang tergabung dalam Paguyuban Pelangi angkat bicara soal kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai hampir 1.000 persen. Mereka menilai angka kenaikan ini sangat memberatkan dibandingkan daerah lain, seperti Kabupaten Pati yang hanya mengalami kenaikan sekitar 250 persen.

Perwakilan Paguyuban Pelangi, Hetta M Latumetten, menyatakan perjuangan masyarakat akan terus berlanjut hingga Pemerintah Kota Cirebon meninjau ulang kebijakan PBB. Ia menekankan bahwa pelemahan suara masyarakat tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Suara Warga yang Keras

Hetta M Latumetten menegaskan bahwa Paguyuban Pelangi akan terus berjuang hingga pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut. “Berkaca dari Pati, kenapa kita tidak bisa seperti mereka? Kami akan berjuang sampai kapan pun,” ujarnya.

Sejak awal 2024, mereka telah menggalang dukungan dari berbagai pihak, bahkan sampai ke presiden dan menteri dalam negeri. “Dari awal 2024 kami sudah bergerak, bahkan sampai ke presiden dan mendagri, dan mereka sudah mendengar aspirasi kami,” lanjut Hetta.

Kenaikan PBB di Cirebon hampir menyentuh semua wilayah dengan minimal kenaikan 100 persen. Hetta menekankan bahwa nilai nominal kecil pun tetap berpengaruh, sehingga “satu persen pun tetap bagian dari masyarakat. Tidak boleh diabaikan.”

Aksi Protes Berkelanjutan

Sejak Januari 2024, Paguyuban Pelangi telah melaksanakan berbagai aksi, termasuk demonstrasi di jalanan, penyampaian aspirasi ke DPRD, dan audiensi dengan pemerintah pusat. Meskipun sudah melakukan berbagai upaya, perubahan yang nyata bagi masyarakat Cirebon masih dirasakan minim.

Hetta menunjukkan pentingnya kerjasama dan dukungan dari masyarakat dalam menghadapi isu ini. “Kami butuh dukungan dari semua elemen untuk memperjuangkan hak kami sebagai masyarakat,” jelasnya.

Ajak Masyarakat Bergabung

Paguyuban Pelangi menyerukan seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung dalam perjuangan menuntut keadilan terkait kenaikan PBB. Dengan bersatunya suara, mereka berharap perhatian serius dari pengambil kebijakan dapat terwujud.

Ketika berbicara tentang harapan ke depannya, Hetta mengingatkan bahwa soliditas masyarakat sangat dibutuhkan. “Kami akan terus berjuang dan berharap suara kami didengar oleh pemerintah,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU