Minggu, 17 AGUSTUS 2025 • 14:33 WIB

Kerugian Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sentuh Rp1 Triliun

Author

urbanvibe.id – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, mengalami kerugian mencapai Rp1 triliun pada semester pertama tahun 2025. Kerugian ini menjadi beban berat bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Penyebab Kerugian Whoosh

KAI memiliki saham sebesar 58,53 persen di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium pengelola proyek Kereta Cepat Whoosh. Laporan keuangan konsolidasi pada Juni 2025 mencatat kerugian bersih PSBI yang berkontribusi kepada KAI mencapai Rp951,48 miliar.

Total kerugian KAI dari proyek Whoosh jika ditotal mencakup semester II 2024, sudah mencapai Rp1,9 triliun dalam satu tahun terakhir. Kerugian yang dihadapi KAI juga tercatat sebanyak Rp2,69 triliun selama tahun kalender 2024.

Konsorsium dan Investasi Whoosh

Konsorsium pengelolaan Whoosh dibentuk oleh KAI bersama beberapa BUMN lainnya, termasuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Total investasi untuk proyek Kereta Cepat Whoosh mencapai US$7,2 miliar atau setara dengan Rp116,54 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.186 per dolar AS.

Jumlah investasi ini juga mencakup cost overrun yang mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp19,42 triliun.

Dampak Terhadap KAI

Kerugian dari proyek Whoosh memaksa KAI untuk meninjau kembali strategi dan keuangan mereka. Beberapa pakar ekonomi menyatakan bahwa situasi ini bisa berpengaruh pada keberlanjutan proyek kereta cepat lainnya di Indonesia.

KAI, yang dikenal sebagai salah satu BUMN terbesar, kini dihadapkan pada tantangan keuangan yang serius akibat proyek ini. Kerugian yang terus membengkak berpotensi mempengaruhi rencana ekspansi KAI di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags kai
TERPOPULER
BERITA TERBARU