Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 12:38 WIB

Rencana Aksi Demonstrasi di Pati: Masyarakat Desak Bupati Sudewo Mundur

Author

Generated by Journalist AI

urbanvibe.id – Masyarakat Pati merencanakan aksi demonstrasi yang disebut sebagai Demo Jilid II pada 25 Agustus 2025. Aksi ini bertujuan untuk mendesak Bupati Sudewo agar segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Tuntutan ini muncul sebagai respons terhadap ketidakpuasan warga yang telah menyuarakan kritik mereka melalui sejumlah protes sebelumnya yang tampaknya tidak membuahkan hasil.

Rencana Aksi Demonstrasi di Pati

Aksi demonstrasi yang dikenal sebagai Demo Jilid II ini rencananya akan digelar pada 25 Agustus 2025 di Pati. Masyarakat menyuarakan tuntutan agar Bupati Sudewo segera lengser dari jabatannya, yang telah menjadi sorotan publik.

Rencana aksi ini mencerminkan ketidakpuasan yang mendalam dari warga terhadap kebijakan yang diambil oleh Bupati Sudewo. Beberapa protes sebelumnya telah dilakukan, namun tuntutan mereka tampaknya belum dipenuhi.

Pernyataan Mendagri Tito Karnavian

Mendagri Tito Karnavian memberikan tanggapan sedikit lebih luas mengenai rencana demonstrasi tersebut. Dia menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

Tito menyatakan, ‘Jadi jaga, jangan sampai terjadi aksi anarkistis; menyampaikan pendapat boleh-boleh saja.’ Dalam kesempatan itu, ia juga mencatat bahwa DPRD Pati telah membentuk panitia khusus (Pansus) hak angket untuk merespons desakan masyarakat.

Kehadiran Pansus diharapkan dapat membantu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga, sehingga suara masyarakat dapat didengar dengan baik.

Proses Pemerintahan yang Berjalan

Meski ada ketegangan akibat protes yang sedang berlangsung, Tito menegaskan bahwa pemerintahan di Pati harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. ‘Sama seperti dulu waktu di Jember. Jember juga pernah ada pemakzulan oleh DPRD, tetap berjalan pemerintahnya oleh Bupati waktu itu,’ ungkapnya.

Tito juga menyarankan agar Bupati Sudewo kembali menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang lebih santun bisa menjadi jalan keluar penanganan konflik yang terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU