Senin, 01 SEPTEMBER 2025 • 03:22 WIB

Tanggapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Setelah Rumahnya Digarap Perusuh

Author

Generated by Journalist AI

urbanvibe.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pernyataan setelah rumahnya di Bintaro, Jakarta Selatan, menjadi sasaran penjarahan pada Minggu (31/8). Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat di tengah insiden tersebut.

Melalui Instagram, Sri Mulyani menegaskan bahwa insiden itu merupakan risiko dari tugas sebagai pejabat negara dan mengajak masyarakat untuk memperbaiki kualitas demokrasi dengan cara yang beradab.

Ucapan Terima Kasih dan Pemahaman Risiko Tugas

Sri Mulyani menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah memberikan simpati dan dukungan setelah insiden penjarahan rumahnya. ‘Terimakasih atas simpati, doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral semua pihak dalam menghadapi musibah ini,’ tulisnya di Instagram, Senin (1/9).

Ia menekankan bahwa apa yang terjadi adalah risiko yang dihadapi oleh pejabat negara. ‘Saya memahami membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan sering berbahaya,’ tegas Ani, sapaan akrabnya.

Menjawab Ketidakpuasan Terhadap Kebijakan

Sri Mulyani menjelaskan bahwa setiap pembuatan Undang-Undang (UU) melibatkan berbagai instansi, termasuk Pemerintah dan DPR. ‘Bila Pelaksanaan UU menyimpang dapat membawa perkara ke Pengadilan hingga ke Mahkamah Agung,’ tambahnya.

Dalam pernyataannya, Sri Mulyani menekankan pentingnya penerapan demokrasi yang sehat. ‘Itu sistem demokrasi Indonesia yang beradab. Pasti belum dan tidak sempurna. Tugas kita terus memperbaiki kualitas demokrasi dengan beradab tidak dengan anarki, intimidasi serta represi,’ jelasnya.

Ajakan untuk Bersama Membangun Indonesia

Sri Mulyani berkomitmen untuk melaksanakan tugas negara dengan amanah dan profesional. ‘Ini adalah kehormatan dan sekaligus tugas luar biasa mulia. Tugas tidak mudah dan sangat kompleks,’ ungkapnya.

Ia juga memberi penghargaan kepada masyarakat atas kritik yang diterima, dan berjanji akan menjadi bahan perbaikan di Kementerian Keuangan. ‘Terimakasih kepada seluruh masyarakat umum termasuk netizen, guru, dosen, mahasiswa, media massa, pelaku usaha UMKM, Koperasi, usaha besar, dan semua pemangku kepentingan yang terus menerus menyampaikan masukan,’ tuturnya.

Di akhir pernyataan, Ani mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam menjaga dan membangun bangsa. ‘Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus,’ tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU