Ahmad Dhani Ungkapkan Keputusan untuk Jaga Jarak dari Maia Estianty
Musisi Ahmad Dhani dengan tegas menyatakan bahwa keluarganya tidak ingin bertemu lagi dengan mantan istrinya, Maia Estianty. Pernyataan ini muncul setelah acara pernikahan putranya, El Rumi, dengan Syifa Hadju.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Keputusan ini diambil setelah serangkaian acara penting, di mana Dhani menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kehormatan dan kenyamanan keluarganya.
Ahmad Dhani menegaskan bahwa keluarganya tidak akan bertemu lagi dengan Maia Estianty setelah acara siraman dan akad nikah putranya. "Kedepannya keluarga saya tidak mau bertemu Maia Estianty lagi, semenjak siraman kemarin atau semenjak akad nikah kemarin," ujarnya di Kemang, Jakarta Selatan.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatur hubungan keluarga yang dinilai perlu dilakukan. Dhani ingin memastikan bahwa keputusan ini membawa kenyamanan bagi seluruh anggota keluarganya.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Dhani juga mempertimbangkan perasaan keluarganya, khususnya ibunya yang merasa tersinggung akibat sikap Maia Estianty. "Ibu saya sangat tersinggung, Maia tidak pernah menyapa ibu saya, tidak say hello. Itu kenapa kita semua tidak datang ke Bali," ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya etika dalam pertemuan keluarga dengan mengatakan, "Orang saya bertemu bapak ibunya Maia, saya cium tangan, ada adabnya." Hal ini menunjukkan keinginan Dhani akan rasa hormat dalam interaksi keluarga.
Pernyataan Ahmad Dhani tentang keputusan menjaga jarak menambah perhatian publik terhadap hubungan antara dirinya dan Maia Estianty. Hubungan mereka sering menjadi sorotan, terlebih pada momen-momen penting seperti pernikahan anak.
Keluarga selalu menjadi inti dari setiap momen penting, dan cara mereka berinteraksi menciptakan narasi tersendiri di mata publik. Keputusan Dhani ini memunculkan spekulasi tentang perubahan dinamika dalam hubungan mereka.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: