Kota Tel Aviv Terdesak Setelah Serangan Rudal Balistik Iran Terhadap Infrastruktur Energi
Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah Teheran meluncurkan serangan rudal balistik yang menyasar infrastruktur energi krusial Israel.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Serangan yang terjadi di malam hari ini mengakibatkan sejumlah wilayah Tel Aviv gelap gulita akibat pemadaman listrik masif.
Salah satu target serangan adalah Orot Rabin Power Station yang terletak dekat Hadera, sekitar 45 kilometer utara Tel Aviv.
Fasilitas ini menyuplai hampir 20 persen kebutuhan listrik nasional Israel dengan kapasitas sekitar 2.590 megawatt.
Laporan awal menyebutkan bahwa rudal mengenai area pembangkit, mengakibatkan gangguan pasokan listrik di wilayah pinggiran Tel Aviv, termasuk area komersial dan perumahan.
Warga setempat melaporkan bahwa kota tiba-tiba kehilangan penerangan, memicu kekhawatiran tentang keamanan energi di pusat ekonomi Israel.
Serangan juga menyasar kilang minyak di Teluk Haifa Bay, termasuk kompleks milik Bazan Group, yang merupakan fasilitas pemurnian penting bagi Israel.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Langkah strategis Iran ini dapat memengaruhi ketahanan energi dan aktivitas ekonomi Israel secara keseluruhan.
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim bahwa serangan tersebut adalah balasan atas serangan sebelumnya terhadap fasilitas energi Iran.
Sebelumnya, fasilitas yang diserang termasuk depot bahan bakar dan lokasi penyimpanan minyak di Tehran dan Provinsi Alborz.
Pemadaman listrik di sekitar Tel Aviv menyebabkan dampak signifikan pada layanan publik, termasuk rumah sakit yang terpaksa beralih ke generator cadangan.
Gangguan ini berdampak negatif pada sistem lampu lalu lintas serta transportasi publik, menghambat kelancaran mobilitas warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: