BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 MARET 2026 • 13:11 WIB

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakarta dan Banten: Apa yang Terjadi?

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakarta dan Banten: Apa yang Terjadi?Hujan Lebat Picu Banjir di Jakarta dan Banten: Apa yang Terjadi?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya hujan lebat yang menyebabkan banjir di Jakarta dan Banten. Curah hujan yang tinggi tercatat antara 6 hingga 9 Maret 2026, dengan Banten menunjukkan angka tertinggi.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Dalam rentang waktu tersebut, Banten mencatat curah hujan harian hingga 141.8 mm, sedangkan Jakarta Timur mencapai 123.4 mm. Fenomena ini terkait dengan penguatan Monsun Asia yang mempengaruhi cuaca di kedua wilayah.

Curah Hujan Tertinggi di Jakarta dan Banten

BMKG mencatat beberapa wilayah di Indonesia mengalami curah hujan yang sangat tinggi antara 6 hingga 9 Maret 2026. Di Banten, curah hujan harian tercatat mencapai 141.8 mm, sementara Jakarta Timur di angka 123.4 mm.

Hujan juga terjadi di daerah lain, termasuk Sulawesi Selatan yang mencatat 84.4 mm/hari dan Bengkulu 82.9 mm/hari. Ini menimbulkan risiko banjir yang signifikan, terutama di Banten dan Jakarta.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Dampak Hujan Lebat di Wilayah Tangerang

Kondisi banjir cukup parah melanda Kabupaten Tangerang, dengan 40 desa terendam di 15 kecamatan. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter tergantung lokasi.

Ahmad Taufik, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, menjelaskan, 'Banjir ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3).' Kota Tangerang juga merasakan dampak banjir di beberapa kecamatannya.

Penjelasan Meteorologi oleh BMKG

BMKG menjelaskan, tingginya intensitas hujan di wilayah selatan Indonesia disebabkan oleh penguatan Monsun Asia. Angin dari Laut Cina Selatan membawa kelembapan yang cukup signifikan ke daerah tersebut.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) berperan dalam fenomena cuaca ini dengan meningkatkan anomali angin baratan, yang mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi atmosfer yang labil dan kelembapan tinggi di barat Jawa semakin menambah kemungkinan terjadinya hujan lebat.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hujan Lebat Picu Banjir di Jakarta dan Banten: Apa yang Terjadi?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!