Tanggapan Resmi China terhadap Pemimpin Tertinggi Baru Iran
China memberikan respons resmi setelah Iran mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru, menyusul kematian Ali Khamenei akibat serangan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menekankan bahwa penunjukan tersebut merupakan hak penuh Iran sesuai konstitusi mereka.
Iran secara resmi mengangkat Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi pada tanggal 9 Maret. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pun menyatakan komitmen untuk mendukung pemimpin baru tersebut.
Mojtaba Khamenei,作为 Ali Khamenei的第一任儿子, mengambil alih kepemimpinan setelah kematian ayahnya yang disebabkan oleh serangan yang dikoordinasikan oleh presiden Amerika Serikat saat itu.
Dukungan dari IRGC dianggap krusial untuk memastikan stabilitas dan kekuatan pemerintahan di Iran di tengah ketegangan yang terus berlanjut di kawasan.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memberikan sambutan positif atas penunjukan Mojtaba, menyatakan bahwa ini mencerminkan martabat dan kekuatan baru bagi negara. Ia menegaskan bahwa keputusan ini mencerminkan tekad nasional untuk memperkuat persatuan di dalam negeri.
"Pilihan berharga ini merupakan manifestasi dari keinginan kuat negara Islam Iran untuk mengkonsolidasikan persatuan nasional," ucap Pezeshkian, menunjukkan komitmen untuk tetap bersatu di tengah tantangan eksternal.
Secara umum, penunjukan Mojtaba dipandang sebagai langkah strategis yang berpotensi meningkatkan posisi Iran di kancah internasional, terutama dalam menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
Penunjukan Mojtaba Khamenei terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel. Presiden dan mantan presiden AS, Donald Trump, pernah mengungkapkan ambisi untuk mempengaruhi kawasan tersebut.
Meskipun ada usaha untuk mengganti rezim di Iran, kepemimpinan ulama tampaknya tetap kokoh dan sulit diganggu. Ini menunjukkan bahwa terlepas dari tantangan eksternal, stabilitas kepemimpinan di Iran masih terjaga.
Ke depan, kebijakan luar negeri Iran di bawah Mojtaba diharapkan akan lebih tegas dalam menghadapi sikap Amerika Serikat dan Israel, yang bisa berpengaruh besar terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: