AS Luncurkan Pengawalan Kapal Tanker di Selat Hormuz Setelah Aksi Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS akan mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz setelah Iran menutup akses jalur tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Pengumuman ini disampaikan melalui platform sosial media miliknya, Truth Social, dan menekankan pentingnya menjaga aliran energi global.
Dalam unggahannya, Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan segera mengambil langkah untuk mengawal kapal tanker di Selat Hormuz. "Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin," ungkapnya, merespons kekhawatiran terkait dampak penutupan jalur vital ini.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang berkembang mengenai dampak penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi transportasi minyak dunia. Trump juga menekankan bahwa, "Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan ALIRAN BEBAS ENERGI ke DUNIA."
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Ia menambahkan, "KEKUATAN EKONOMI dan MILITER Amerika Serikat adalah YANG TERBESAR DI BUMI," menekankan posisi dominan AS dalam memastikan keamanan energi global di tengah ketegangan ini.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang disertai dengan serangan terhadap instalasi energi, telah mengakibatkan lonjakan harga minyak lebih dari 15 persen di pasar global. Situasi ini berpotensi memperburuk biaya yang sudah meningkat akibat berkurangnya pasokan minyak, menurut laporan dari Al Jazeera.
Iran merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar, dan penutupan ini mengancam stabilitas pasokan energi dunia. Selat Hormuz terletak di utara Iran, berfungsi sebagai rute kunci menghubungkan penghasil minyak ke pasar internasional.
Untuk mendukung perdagangan maritim yang aman, Trump telah mengarahkan Perusahaan Pembiayaan Pengembangan AS (DFC) untuk memberikan harga yang wajar dan jaminan keamanan kepada sektor pelayaran. "Ini akan tersedia untuk semua Perusahaan Pelayaran," tegasnya, menunjukkan dukungan pemerintahan AS terhadap industri pelayaran di tengah ketegangan.
DFC sendiri didirikan pada tahun 2019 dengan tujuan memfasilitasi pembiayaan proyek penting di sektor energi, infrastruktur, dan kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung kebijakan luar negeri AS.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: