BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 02 MARET 2026 • 13:40 WIB

Analisis Inflasi Ramadan: Makanan, Minuman, dan Emas Dalam Lima Tahun Terakhir

Analisis Inflasi Ramadan: Makanan, Minuman, dan Emas Dalam Lima Tahun TerakhirAnalisis Inflasi Ramadan: Makanan, Minuman, dan Emas Dalam Lima Tahun Terakhir

Badan Pusat Statistik (BPS) menggali tren inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Ramadan dalam lima tahun terakhir yang menunjukkan pola menarik. Data terbaru mengindikasikan bahwa inflasi Ramadan 2026 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menyimpan faktor-faktor mendasar.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Mengacu pada laporan BPS, inflasi mencapai 0,95% pada 2022, dengan fluktuasi yang didorong oleh komoditas bergejolak dan emas. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan faktor-faktor yang menjadi latar belakang fenomena ini.

Tren Inflasi selama Lima Tahun Terakhir

Data dari BPS menunjukkan perhatian masyarakat terhadap inflasi yang terjadi setiap Ramadan. Momen puncak inflasi dalam lima tahun terakhir tercatat pada 2025 dengan angka 1,65%.

Inflasi tahun 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2022. Meskipun demikian, sejumlah faktor penyebab inflasi tetap berpengaruh dan mendominasi.

“Secara umum, komoditas bergejolak, serta komoditas dari makanan, minuman dan tembakau, menjadi penyebab andil inflasi di setiap momen Ramadan,” ungkap Ateng dalam konferensi pers pada 2 Maret 2026.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Peranan Emas dalam Inflasi Ramadan 2026

Inflasi Ramadan 2026 terpengaruh oleh beragam faktor, dengan inflasi emas sebagai elemen utama. Menurut BPS, kontribusi inflasi emas tercatat sebesar 0,19% sejak Ramadan 2024.

Pada Februari 2026, inflasi emas menunjukkan kenaikan signifikan mencapai 8,42% secara tahunan. Angka ini menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat.

Ateng menekankan bahwa fenomena inflasi emas berdampak langsung terhadap inflasi keseluruhan, sehingga menambah kerumitan dalam pengelolaan perekonomian bulan Ramadan.

Faktor-faktor Penyebab Inflasi di Bulan Ramadan

Inflasi dipicu oleh bukan hanya emas dan makanan tetapi juga berbagai komoditas bergejolak lainnya. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengelola peningkatan inflasi setiap Ramadan.

BPS menegaskan peran makanan, minuman, dan tembakau sebagai faktor utama penyumbang inflasi. Ketiganya berpengaruh besar terhadap perubahan harga, terutama menjelang hari raya.

Langkah strategis diperlukan untuk memastikan kestabilan perekonomian dalam menghadapi berbagai tantangan inflasi di bulan Ramadan, terutama dalam konteks konsumsi masyarakat.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Analisis Inflasi Ramadan: Makanan, Minuman, dan Emas Dalam Lima Tahun Terakhir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!