BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 23:40 WIB

Risiko Migrain Selama Bulan Puasa dan Cara Mengatasinya

Risiko Migrain Selama Bulan Puasa dan Cara MengatasinyaRisiko Migrain Selama Bulan Puasa dan Cara Mengatasinya

Bulan puasa membawa kepentingan spiritual bagi banyak orang dewasa di Indonesia. Namun, satu aspek yang perlu diperhatikan adalah potensi peningkatan risiko migrain yang dapat terjadi selama periode ini.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Pengertian Migrain dan Penyebabnya

Migrain adalah jenis sakit kepala yang sering kali disertai gejala seperti mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya. Menurut data dari WHO, sekitar 1 dari 7 orang dewasa mengalami migrain secara reguler.

Berbagai faktor dapat memicu migrain, termasuk stres, perubahan hormonal, dan pola makan yang tidak teratur. Pada bulan puasa, mengubah pola makan secara drastis dapat memperburuk gejala migrain.

Dehidrasi juga menjadi penyebab penting yang sering diabaikan. Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, risiko serangan migrain dapat meningkat.

Dampak Perubahan Pola Makan Selama Puasa

Selama bulan puasa, umat Muslim tidak makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam, yang dapat mengubah pola nutrisi tubuh. Pengaturan jadwal makan yang drastis ini dapat memengaruhi kesehatan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Contohnya, konsumsi makanan tinggi karbohidrat saat sahur bisa menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang cepat. Penurunan kadar gula darah dapat menjadi pemicu migrain bagi beberapa individu.

Jika berbuka dengan makanan tidak sehat dan berlemak, hal ini dapat memberi tekanan pada sistem pencernaan yang juga berpotensi memicu sakit kepala. Memilih makanan seimbang sepanjang bulan puasa menjadi sangat penting.

Cara Mengurangi Risiko Migrain Selama Puasa

Menjaga hidrasi yang cukup menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko migrain. Pastikan untuk minum air dalam jumlah yang cukup saat sahur dan berbuka.

Pilih makanan kaya serat dan protein saat sahur untuk membantu menjaga energi dan kestabilan kadar gula darah, yang dapat membantu mencegah serangan migrain.

Jika memiliki riwayat migrain, konsultasi dengan dokter sebelum menjalani puasa adalah langkah bijak. Ini akan membantu mendapatkan saran yang tepat sesuai kondisi kesehatan.

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Migrain Selama Bulan Puasa dan Cara Mengatasinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!