Kementerian Perdagangan Pertimbangkan Pembatasan Ekspansi Ritel Modern
Kementerian Perdagangan memastikan belum ada keputusan definitif terkait pembatasan ekspansi ritel modern di Indonesia, meskipun telah muncul Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mengenai isu ini.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa diskusi mengenai ritel modern dan Koperasi Merah Putih masih berlangsung. Ia berencana melakukan komunikasi lebih lanjut dengan Menteri Desa, Yandri Susanto, dalam waktu dekat.
Dalam pernyataannya, ia menyebutkan, 'Saya dengan Pak Mendes tadi memang mau janji. Kan ada acara lain, sekalian saya mau nanya itu (terkait penyetopan ekspansi Alfamart-Indomaret). Seperti apa maksudnya.'
Koordinasi ini dinilai krusial untuk memperjelas arah kebijakan yang kini sedang dalam tahap pembicaraan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengingatkan bahwa aktivitas ritel modern masih berada dalam kerangka regulasi yang berlaku. Ia menekankan bahwa pengaturan zonasi sepenuhnya menjadi hak pemerintah daerah.
'Zonasi kepada pemerintah daerah. Jadi untuk zonasi, misalnya 1 km di Serpong itu akan berbeda dengan 1 km di Indramayu,' ujar Iqbal.
Konteks sosial dan ekonomi wilayah menjadi penentu dalam memberlakukan zonasi, sehingga regulasi tidak dapat disamaratakan di seluruh Indonesia.
Iqbal juga menyoroti peluang kemitraan antara koperasi desa dengan ritel modern. Menurutnya, saat ini kedua entitas tersebut beroperasi di segmen yang berbeda.
'Jadi saya pikir nggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan ritel modern,' jelasnya.
Hal ini menunjukkan adanya potensi kolaborasi yang bisa dioptimalkan antara dua sektor yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: