BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 13:31 WIB

Menggali Lebih Dalam Tentang Bell’s Palsy: Pemahaman dan Penanganan

Menggali Lebih Dalam Tentang Bell’s Palsy: Pemahaman dan PenangananMenggali Lebih Dalam Tentang Bell’s Palsy: Pemahaman dan Penanganan

Bell’s Palsy merupakan kondisi yang ditandai dengan kelumpuhan mendadak pada salah satu sisi wajah, yang bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari pengidapnya.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Walaupun sering kali bersifat sementara, memahami penyebab dan gejalanya dapat membantu individu yang mengalami kondisi ini untuk lebih siap dalam menghadapi dan mengelolanya.

Apa Itu Bell’s Palsy?

Bell’s Palsy adalah kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pada otot wajah yang biasanya terjadi secara mendadak dan hanya di satu sisi. Ini disebabkan oleh peradangan pada saraf wajah yang mengontrol otot-otot tersebut.

Kondisi ini pertama kali dijelaskan oleh dokter Inggris, Charles Bell, pada awal abad ke-19. Meskipun sudah dikenal lama, banyak orang masih belum sepenuhnya memahami sifat dan dampak dari penyakit ini.

Gejala utama dari Bell's Palsy meliputi kesulitan dalam tersenyum, mengedipkan mata, dan mengontrol ekspresi wajah lainnya. Dengan berjalannya waktu, hal-hal sehari-hari seperti makan atau minum menjadi lebih sulit bagi pengidapnya.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga kini, penyebab pasti dari Bell’s Palsy belum sepenuhnya diketahui. Penelitian menunjukkan bahwa infeksi virus, seperti virus herpes simplex, dapat menjadi salah satu pencetus dari kondisi ini.

Faktor risiko lain yang berpotensi berkontribusi termasuk stres, kehamilan, dan infeksi saluran pernapasan atas. Penyakit ini lebih umum terjadi pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu, khususnya orang dewasa di usia paruh baya.

Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak dan orang lanjut usia, meskipun frekuensinya cenderung lebih rendah.

Gejala dan Penanganan

Gejala Bell’s Palsy biasanya muncul secara tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam waktu 48 jam. Selain kelumpuhan wajah, penderita sering mengalami nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga.

Dokter sering meresepkan terapi fisik atau kortikosteroid untuk mengurangi peradangan pada saraf wajah. Sebagian besar individu akan pulih sepenuhnya dalam kurun waktu beberapa minggu.

Namun, dalam beberapa kasus, gejala dapat bertahan lebih lama. Dalam situasi tertentu, terapi tambahan mungkin diperlukan untuk memaksimalkan pemulihan fungsi wajah.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menggali Lebih Dalam Tentang Bell’s Palsy: Pemahaman dan Penanganan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!