Menkeu Purbaya: Penyesalan di Masa Depan bagi WNI yang Menolak Identitas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan seorang alumnus Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyatakan keinginannya agar anaknya tidak menjadi WNI. Purbaya menegaskan bahwa pendapat tersebut bisa menjadi sumber penyesalan di masa depan saat Indonesia mengalami perkembangan ekonomi yang pesat.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Dalam konferensi pers APBN KiTA yang berlangsung di Jakarta, Purbaya mengungkapkan keyakinan bahwa 20 tahun ke depan, perekonomian Indonesia akan sangat baik. Ia mengingatkan bahwa keputusan untuk menolak identitas kebangsaan dapat berimplikasi serius bagi generasi mendatang.
Salah seorang alumnus LPDP yang kini tinggal di Belanda, dengan inisial DS, mengemukakan pernyataan yang mengejutkan mengenai identitas kewarganegaraannya. Ia menyebutkan, 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', yang mencerminkan rasa ketidakpuasan terhadap keadaan di Indonesia saat ini.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Pernyataan DS memicu reaksi negatif di kalangan publik, mendorongnya untuk meminta maaf secara terbuka. Dalam unggahan di Instagram, ia mengekspresikan penyesalan atas pernyataan yang bisa menyakiti banyak pihak.
DS menjelaskan bahwa emosinya didasari oleh kekecewaan dan frustrasi sebagai seorang WNI. Ia menyadari bahwa ungkapan tersebut seharusnya disampaikan dengan lebih berhati-hati untuk menghindari melukai perasaan orang lain.
Menanggapi pernyataan DS, Menkeu Purbaya dengan tegas menyatakan, '20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget'. Purbaya menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk melihat masa depan Indonesia dan berkontribusi pada kemajuan bangsanya.
Ia percaya bahwa keputusan untuk tetap menjadi bagian dari komunitas WNI adalah langkah yang tepat, terutama di tengah potensi besar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan datang.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: