Jumlah Titik Banjir di Jakarta Meningkat Drastis, 168 RT Terendam
Banjir kembali melanda Jakarta, dengan angka terbaru menunjukkan bahwa 168 wilayah rukun tetangga (RT) terendam air. Tinggi genangan bervariasi, dengan beberapa lokasi mencatat ketinggian mencapai 1,5 meter.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Per pukul 16.00 WIB, daerah Jakarta Barat, Selatan, Timur, dan Utara tercatat mengalami banjir, dengan Jakarta Selatan menjadi yang terparah dengan 89 RT mengalami genangan.
Tim Command Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, "Saat ini terdapat 168 RT dan 7 ruas jalan tergenang," yang menunjukkan kondisi darurat yang perlu segera ditangani.
Penyebab banjir meliputi curah hujan yang tinggi serta luapan dari sungai-sungai yang melintasi Jakarta. Ini menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian penuh dari pemerintah.
Meskipun banjir telah menjadi masalah tahunan di Jakarta, tingginya jumlah titik banjir kali ini menciptakan tantangan baru dalam upaya penanganannya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor setiap titik genangan dan melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air serta Dinas Bina Marga. Upaya tersebut bertujuan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air tidak tersumbat.
Salah satu titik parah adalah Kampung Melayu, Jatinegara, yang mencatat ketinggian air mencapai 1,5 meter. Dengan situasi ini, BPBD berkomitmen untuk mempercepat proses surutnya genangan air.
Warga di wilayah terdampak juga telah dipersiapkan dengan kebutuhan dasar untuk membantu mereka bertahan selama penanganan banjir berlangsung, sebuah langkah yang dianggap krusial untuk mempercepat pemulihan.
Data menunjukkan bahwa titik banjir terdistribusi di berbagai kelurahan, masing-masing dengan ketinggian air yang bervariasi. Di Jakarta Barat, ada 33 RT tergenang, dengan Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya sebagai penyumbang terbesar.
Jakarta Selatan mengalami jumlah titik banjir terbanyak, mencapai 89 RT, termasuk Kelurahan Petogogan yang mencatat ketinggian air hingga 90 cm akibat hujan yang ekstrem.
Jakarta Timur juga tidak luput dari banjir, dengan 45 RT terendam, terutama di Kelurahan Kampung Melayu dan Bidara Cina. Sementara itu, Jakarta Utara hanya melaporkan satu RT yang terendam banjir.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: