Kecelakaan Kereta di Tangerang: Sirene Berbunyi, Palang Pintu Tak Turun
Kecelakaan antara Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta dan sebuah truk trailer terjadi di perlintasan sebidang di Kota Tangerang, mengakibatkan dampak serius pada perjalanan kereta. Insiden ini terjadi meski sirene telah berbunyi, karena palang pintu belum turun saat truk melintas.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan bahwa kecelakaan ini terjadi saat bagian truk sudah berada di lintasan kereta, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kelalaian yang mungkin terjadi.
Kecelakaan tersebut terjadi di perlintasan kereta yang terletak di Stasiun Poris, Batuceper. Kapolres Jauhari menegaskan bahwa palang pintu kereta baru bergerak setelah truk telah berada di lintasan.
"Jadi, keterangan awal, saat kereta api melintas itu bunyi sirene sudah dinyalakan oleh petugas namun palang pintunya belum bergerak," ujarnya.
Bagian kontainer dari truk tertabrak oleh kereta, karena posisi kepala truk sudah lebih dulu melintas. Hal ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada bagian kereta dan truk.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Insiden ini memberikan dampak besar terhadap operasional kereta api. Banyak jadwal keberangkatan yang dibatalkan hingga situasi dinyatakan aman.
KAI Commuter menyatakan, "Untuk sementara, perjalanan KA masih menunggu kondisi aman sebelum diberangkatkan kembali. Mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi dan terima kasih atas pengertian serta kesabarannya."
Perjalanan kereta relasi Duri-Tangerang mengalami perubahan operasional, di mana kereta hanya dapat berhenti di Stasiun Rawa Buaya. Beberapa perjalanan kereta juga terpaksa dibatalkan.
KAI telah menginformasikan tentang rekayasa perjalanan kereta untuk meminimalisir dampak dari insiden ini. Beberapa kereta dari Duri ke Tangerang dan sebaliknya telah diarahkan untuk kembali ke Stasiun Rawa Buaya.
Rekayasa ini diambil demi memastikan keselamatan penumpang serta kelancaran operasional. Daftar perjalanan yang dibatalkan dan yang mengalami perubahan arah telah diumumkan.
Pihak KAI berkomitmen untuk menjaga keselamatan penumpang sambil terus memantau situasi lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: