Perubahan Kebiasaan Sehari-hari untuk Lindungi Kesehatan Jantung
Kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan jantung. Hal ini berkaitan erat dengan meningkatnya kasus gangguan irama jantung yang dikenal sebagai Atrial fibrilasi.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Dokter spesialis jantung memperingatkan pentingnya perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko ini, terutama di kalangan masyarakat yang semakin modern dan sibuk.
Atrial fibrilasi merupakan jenis aritmia yang paling umum dan dapat berdampak pada fungsi jantung secara keseluruhan. Menurut Ignatius Yansen, dokter spesialis jantung di Eka Hospital, gangguan ini menyebabkan detak jantung tidak teratur.
Dalam keadaan normal, jantung memiliki sistem kelistrikan yang menjaga stabilitas detak jantung. Namun, beberapa faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas dapat merusak sistem ini dan meningkatkan kemungkinan terjadinya atrial fibrilasi.
Ignatius juga menambahkan bahwa seiring bertambahnya usia, risiko tersebut dapat meningkat. Pada individu yang berusia di atas 80 tahun, disampaikan bahwa angka kejadian atrial fibrilasi bisa mencapai 15-20 persen.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Pengelolaan atrial fibrilasi bukan hanya tergantung pada pengobatan medis, namun juga pada pendekatan manajemen faktor risiko yang komprehensif. Bagi pasien diabetes, penting untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
Pengendalian tekanan darah juga wajib bagi mereka yang menderita hipertensi, sementara individu dengan kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan berat badan secara bertahap.
Gangguan tidur seperti sleep apnea pun memerlukan perhatian, dan perlu penanganan khusus. Ignatius menekankan, 'Tata laksana pertama dari atrial fibrilasi adalah kita harus menangani faktor risikonya.'
Atrial fibrilasi sering kali tanpa gejala yang mencolok, memudahkan kondisi ini terlewatkan. Tanda-tanda seperti jantung berdebar, kelelahan, atau sesak napas saat beraktivitas sering kali dianggap remeh.
Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi yang serius, termasuk stroke dan gagal jantung. Oleh karena itu, penerapan perubahan gaya hidup menjadi sangat penting.
Ignatius menyatakan, 'Mengurangi konsumsi alkohol, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah bukan sekadar saran umum, melainkan langkah nyata untuk melindungi 'baterai' alami jantung.'
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: