BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:08 WIB

Inisiatif Vaksinasi HPV untuk Anak Laki-Laki: Strategi Baru Cegah Kanker Serviks

Inisiatif Vaksinasi HPV untuk Anak Laki-Laki: Strategi Baru Cegah Kanker ServiksInisiatif Vaksinasi HPV untuk Anak Laki-Laki: Strategi Baru Cegah Kanker Serviks

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa mulai tahun 2027, anak laki-laki berusia 11 tahun akan mendapatkan suntikan vaksin Human Papillomavirus (HPV). Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko kanker serviks di Indonesia, meskipun laki-laki tidak langsung terkena penyakit ini.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Budi menyoroti pentingnya vaksinasi bagi laki-laki sebagai upaya pencegahan, karena mereka dapat menjadi pembawa virus. Dengan strategi ini, diharapkan distribusi vaksin akan lebih masif dan mencegah penyebaran kanker serviks.

Vaksin HPV: Kunci Pencegahan Kanker Serviks

Vaksin HPV telah diakui sebagai salah satu metode paling efektif dalam mencegah kanker serviks, yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia. Dengan meningkatkan jumlah individu yang dipvaksinasi, diharapkan insiden kanker serviks di masa depan bisa dikurangi secara signifikan.

Menteri Budi mengatakan, "Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa. Oleh karena itu, kita mau mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif." Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi bukan hanya berkisar pada perempuan, tetapi juga penting bagi laki-laki.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Target dan Rencana Pemerintah untuk Vaksinasi

Kementerian Kesehatan menargetkan sebanyak 2,1 juta perempuan berusia 11 tahun untuk menerima vaksin HPV pada tahun ini. Dalam tiga tahun terakhir, pencapaian positif juga terlihat dari keberhasilan mendeteksi dini 1,9 juta perempuan yang berisiko kanker.

Vaksinasi akan diperluas tidak hanya untuk perempuan berusia 11 tahun, tetapi juga untuk mereka yang berusia 15 tahun jika belum mendapatkan imunisasi pada usia yang lebih muda. "Kita lagi berpikir apakah mau melakukan program lanjutannya pada perempuan usia 21 tahun," tambah Budi.

Strategi Holistik dalam Penanganan Kanker Serviks

Pada tahun 2023, Kementerian Kesehatan meluncurkan program nasional untuk vaksin HPV. Pemerintah berharap cakupan vaksinasi dapat mencapai 90 persen pada tahun 2030 untuk anak perempuan dan laki-laki.

Vaksinasi akan diberikan kepada semua anak perempuan kelas 5 SD (usia 11 tahun). Apabila mereka belum mendapatkan imunisasi, kesempatan untuk vaksinasi masih ada saat berada di kelas 6 SD atau kelas 9 SMP, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengatasi kanker serviks secara menyeluruh.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Inisiatif Vaksinasi HPV untuk Anak Laki-Laki: Strategi Baru Cegah Kanker Serviks

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!