BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 19:20 WIB

Menelusuri Hubungan Rasa Sakit Emosional dan Fisik Dalam Patah Hati

Menelusuri Hubungan Rasa Sakit Emosional dan Fisik Dalam Patah HatiMenelusuri Hubungan Rasa Sakit Emosional dan Fisik Dalam Patah Hati

Pengalaman patah hati adalah hal yang umum terjadi dan dialami oleh lebih dari 80% orang di dunia, serta dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga fisik.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Penelitian menunjukkan bahwa rasa sakit akibat kehilangan, baik itu dari putus cinta, keretakan persahabatan, atau kematian, memiliki basis ilmiah yang menjelaskan kedalaman perasaan tersebut.

Hubungan Antara Nyeri Fisik dan Emosional

Dalam sebuah siniar Chasing Life, Dr. Yoram Yovell, seorang psikiater dan ahli neurosains, menjelaskan bahwa rasa sakit emosional bukanlah sesuatu yang imajiner. Ia menunjukkan bahwa ketika ditanya tentang pengalaman paling menyakitkan, kebanyakan orang akan mengingat kehilangan orang tercinta, bukan cedera fisik.

Penelitian dalam bidang neurobiologi mengungkap bahwa area otak yang berperan dalam nyeri fisik juga diaktifkan saat seseorang merasakan nyeri emosional. Ini menunjukkan bahwa mekanisme yang sama dapat memicu rasa sakit yang dalam ketika kita mengalami kehilangan.

Duka mendalam, dalam beberapa kasus, dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai sindrom takotsubo atau 'sindrom patah hati'. Gejalanya mirip dengan serangan jantung, serta menegaskan bahwa efek dari rasa sakit mental memang memiliki dampak fisik yang nyata.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Peran Sifat Alami Otak dalam Mengatasi Rasa Sakit

Dalam situasi sulit, otak manusia memiliki sistem pertahanan alami berupa hormon endorfin yang berfungsi sebagai 'opioid alami'. Ini membantu melawan rasa sakit yang ditimbulkan oleh pengalaman emosional.

Dr. Yovell menegaskan bahwa meski sakit yang dialami dapat menjadi menyakitkan, endorfin jauh lebih efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan suasana hati dibandingkan obat-obatan terkadang memberikan efek samping.

Satu hal yang dapat meringankan rasa sakit adalah menjalin kembali hubungan dengan orang-orang terkasih. Interaksi sosial pun menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan untuk mengatasi patah hati.

Dukungan Sosial dalam Proses Pemulihan

Dr. Yovell menekankan bahwa dukungan dari teman dan orang terdekat sangat penting bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi patah hati. Ia menyarankan agar mereka tetap memberi dukungan meskipun ada perasaan menjauh.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman sakit sering kali menunjukkan siapa yang benar-benar kita pedulikan di hidup ini. Namun, jika sakit tersebut menjadi berkepanjangan dan memicu keinginan untuk mengakhiri hidup, diperlukan intervensi medis yang tepat.

Di akhir diskusi, Dr. Yovell memberikan harapan bagi yang sedang berduka, mengatakan, 'Hati itu kuat. Memang benar itu menyakitkan. Tapi hati bisa sembuh, dan masih ada orang-orang yang mencintaimu.'

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menelusuri Hubungan Rasa Sakit Emosional dan Fisik Dalam Patah Hati

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!