KJP Ditekankan untuk Pendidikan, Gubernur Jakarta Ingatkan Bukan untuk Digadaikan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) agar tidak menggadaikan kartu menjelang bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa bantuan pendidikan ini harus digunakan untuk tujuan yang sesuai dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pernyataan ini disampaikan sebagai langkah untuk memastikan bahwa KJP tidak hanya menjadi bantuan biaya sekolah, tetapi juga alat untuk membantu perbaikan kehidupan ekonomi masyarakat dari lapisan bawah.
Dalam penjelasannya, Pramono Anung menegaskan bahwa KJP mempunyai peran penting dalam kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan, 'KJP untuk tidak digadaikan,' mencerminkan pentingnya pemanfaatan program ini.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa KJP seharusnya dijadikan alat untuk mendukung pendidikan dan memperbaiki kualitas hidup warga. Untuk itu, ia berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar KJP digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Pramono menambahkan bahwa program bantuan sosial pendidikan lain seperti Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dan pemutihan ijazah turut berkontribusi untuk meningkatkan indikator kesejahteraan di Jakarta. Ia menjelaskan, 'Hasil BPS, semua indikator kita berkaitan dengan kemiskinan, stunting, dan sebagainya mengalami perbaikan.'
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan telah terjadi perbaikan dalam tingkat kemiskinan dan stunting di Jakarta, yang diyakini terkait dengan keberadaan program bantuan seperti KJP.
Menjelang bulan Ramadan, Pramono kembali mengingatkan masyarakat untuk mengelola bantuan pendidikan dengan bijak dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, pemanfaatan KJP harus sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan tanpa mengalihfungsikannya untuk hal lain, seperti menggadaikannya.
KJP diharapkan dapat memicu penerima manfaat untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan di kalangan masyarakat yang kurang mampu.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: