BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 10:11 WIB

Pengembangan Pusat Riset Rumput Laut di Lombok: Langkah Strategis untuk Masa Depan

Pengembangan Pusat Riset Rumput Laut di Lombok: Langkah Strategis untuk Masa DepanPengembangan Pusat Riset Rumput Laut di Lombok: Langkah Strategis untuk Masa Depan

Indonesia telah meluncurkan pembangunan International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) di Teluk Ekas, Lombok Timur, sebagai bagian dari upaya menjadi pusat riset rumput laut dunia.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset dan hilirisasi rumput laut yang merupakan salah satu komoditas utama negara.

Urgensi Riset Rumput Laut bagi Indonesia

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menekankan perlunya memperkuat riset rumput laut sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi pesisir. 'Fokus besar kami beberapa bulan terakhir adalah menjadikan Indonesia pusat rumput laut dunia, dan itu harus dimulai sekarang,' ungkapnya.

Indonesia menguasai sekitar 75 persen pasar global rumput laut tropis, menjadikannya sebagai produsen terbesar. Meskipun nilai ekonomi rumput laut dunia mencapai 12 miliar Dolar Amerika Serikat per tahun, posisi Indonesia dalam pasar global masih perlu ditingkatkan.

Stella menegaskan, 'Indonesia tidak boleh hanya menjadi produsen bahan mentah, melainkan menjadi pusat inovasi dan nilai tambah,' yang menunjukkan pentingnya pergeseran strategis dalam sektor ini.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Fasilitas dan Kerjasama Internasional di ITSRC

Pusat riset di Teluk Ekas dirancang untuk menjadi simpul kolaborasi antara Indonesia dan institusi riset internasional. Kerja sama dilakukan bersama University of California, Berkeley, dan Beijing Genomics Institute dari China.

Stella menyebutkan, 'Beijing Genomics Institute berkomitmen mendukung pendanaan Rp3 miliar untuk dua tahun pertama, termasuk peralatan dan peneliti.' Selain itu, Kementerian Pendidikan Tinggi juga mengalokasikan Rp1,5 miliar untuk tahap awal pembangunan.

Fasilitas yang akan ada meliputi gedung penelitian, asrama bagi peneliti internasional, serta sarana pendukung lainnya yang mendukung kelancaran riset.

Keunggulan Ekologis dan Potensi Pengembangan Rumput Laut

Secara ekologis, Teluk Ekas memiliki lingkungan yang ideal untuk riset rumput laut berkat sistem teluk tropis yang terlindung. Hal ini menciptakan kondisi arus dan sirkulasi air yang baik, membuatnya menjadi living laboratory untuk riset produktivitas dan ketahanan iklim.

Kawasan ini juga mengandung potensi untuk pengembangan berbagai jenis rumput laut, seperti Caulerpa, Ulva, dan Halymenia, di samping Kappaphycus yang merupakan bahan baku karagenan.

Dengan adanya pusat riset ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan serta kualitas budidaya rumput laut melalui pengenalan bibit unggul yang diperoleh dari penelitian.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pengembangan Pusat Riset Rumput Laut di Lombok: Langkah Strategis untuk Masa Depan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!