BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 20:10 WIB

Desakan Mendesak untuk Pencairan Anggaran Pemulihan Bencana di Sumatera

Desakan Mendesak untuk Pencairan Anggaran Pemulihan Bencana di SumateraDesakan Mendesak untuk Pencairan Anggaran Pemulihan Bencana di Sumatera

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mendesak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera mencairkan Transfer Keuangan Daerah (TKD) bagi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pencairan ini sangat krusial untuk mendukung pemulihan daerah yang terkena dampak bencana.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Tito menegaskan pentingnya kecepatan dalam pencairan anggaran tersebut saat konferensi pers Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Hal ini diperlukan untuk mempercepat proses rehabilitasi di wilayah yang membutuhkan.

Urgensi Pencairan TKD

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan harapan besar agar Menteri Keuangan menindaklanjuti pencairan TKD untuk ketiga provinsi itu. "Saya sampaikan, mohon kalau bisa transfer keuangan daerah di tiga provinsi dan kabupaten/kota di tiga provinsi ini kalau bisa secepat mungkin untuk direalisasikan," ujarnya.

Tito juga menekankan bahwa alokasi TKD harus menjadi prioritas utama, terutama bagi Aceh yang mengalami kerugian besar akibat bencana tersebut. "Kalau Aceh mungkin separuhnya-lah, karena Rp 800 miliar untuk Provinsi Aceh. Kalau bisa separuhnya, Rp 400 miliar itu pasti akan kencang," tuturnya dengan tegas.

Kabupaten Aceh Tamiang disebut sebagai daerah yang paling membutuhkan dukungan anggaran. Menurut Tito, anggaran sebesar Rp72 miliar diperlukan untuk pemulihan fasilitas pemerintahan dan pembersihan pascabencana.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dukungan Parpol untuk Pencairan

Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menyatakan dukungan partainya terkait pengembalian TKD secara penuh untuk daerah yang terkena dampak bencana. "Kami mendukung sekali bahwa kalau bisa dikembalikan sepenuhnya," katanya.

Guna menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin memicu bencana kembali, Sitorus menekankan pentingnya alokasi khusus untuk kesiapsiagaan. "Keterlambatan respons pemerintah pusat dan daerah pada bencana tahun lalu disebut menjadi bukti nyata dampak keterbatasan anggaran," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa anggaran yang selalu disiapkan untuk situasi rawan bencana adalah suatu keharusan. Keberlanjutan finansial untuk menghadapi bencana perlu diperhatikan dengan seksama.

Usulan Efisiensi Anggaran

PDIP juga mengusulkan efisiensi anggaran pada program-program lain demi pengembalian TKD. "Kami berharap efisiensi itu dilakukan untuk program-program yang lain dulu, ya," kata Sitorus.

Usulan ini menyoroti perhatian bagian partai terhadap situasi anggaran yang ada dan pentingnya alokasi dana terfokus untuk kebencanaan. Ia berharap pemerintah dapat menciptakan sistem yang lebih responsif terhadap bencana yang akan datang.

"Saya kira bisa diefisienkan untuk mengembalikan anggaran yang membuat pemerintah daerah lebih berdaya, tidak saja untuk menghadapi bencana yang sedang terjadi, tetapi juga untuk perlindungan-perlindungan di masa depan," tutupnya.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Desakan Mendesak untuk Pencairan Anggaran Pemulihan Bencana di Sumatera

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!