BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 14:40 WIB

BPOM Mengeluarkan Peringatan Tehadap Obat Palsu: 8 Jenis yang Harus Diketahui

BPOM Mengeluarkan Peringatan Tehadap Obat Palsu: 8 Jenis yang Harus DiketahuiBPOM Mengeluarkan Peringatan Tehadap Obat Palsu: 8 Jenis yang Harus Diketahui

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan masyarakat mengenai meningkatnya peredaran obat palsu di pasar Indonesia. Dalam pemantauan terbaru, BPOM mencatat terdapat delapan jenis obat yang paling rentan mengalami pemalsuan.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Obat-obatan yang dipalsukan ini sering dicari karena digunakan untuk mengobati penyakit tertentu dan dikategorikan sebagai obat berpotensi menyebabkan ketergantungan. Pelaku kejahatan mengambil kesempatan dengan menjual produk ilegal ini pada harga lebih rendah di jalur yang tidak resmi.

Daftar Obat Palsu yang Banyak Beredar

Dalam pengawasan terakhir, BPOM menemukan beberapa jenis obat yang sering dipalsukan. Daftar ini termasuk Viagra, Cialis, Ventolin inhaler, Dermovate krim, Dermovate salep, Ponstan, Tramadol hydrochloride, dan Hexymer atau Trihexyphenidyl hydrochloride.

Obat-obatan ini memiliki permintaan tinggi di kalangan pengguna, khususnya tramadol dan trihexyphenidyl yang sering dipalsukan. Hal ini dikarenakan efek samping yang dihasilkan bisa memberikan sensasi yang dicari oleh beberapa individu.

BPOM menegaskan bahwa obat-obat tersebut bukan sekadar produk biasa. Pemalsuan terhadap obat-obat yang berpotensi menyebabkan ketergantungan dapat mengancam kesehatan masyarakat.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Bahaya Penggunaan Obat Palsu

BPOM menyoroti bahwa penggunaan obat palsu sangat berbahaya bagi kesehatan. Ketidakpastian mengenai kandungan zat aktif dalam obat palsu dapat menyebabkan efek fatal.

Risiko yang ditimbulkan oleh konsumsi obat palsu termasuk keracunan, kegagalan pengobatan akibat dosis yang tidak tepat, bahkan ketergantungan. Dalam beberapa kasus, hal ini bisa berujung pada kematian para pengguna.

Kekhawatiran ini semakin beralasan mengingat stigma yang melekat pada beberapa obat yang dipalsukan, yang justru semakin meningkatkan daya tarik bagi pengguna yang ingin mencoba efek dari obat tersebut.

Langkah Masyarakat untuk Mencegah Bahaya

BPOM mengingatkan bahwa salah satu penyebab merebaknya obat palsu adalah kebiasaan masyarakat membeli obat dari jalur tidak resmi. Untuk mengurangi risiko, BPOM mendorong masyarakat agar hanya membeli obat di apotek atau toko obat yang terdaftar.

Saat melakukan pembelian online, masyarakat disarankan untuk menggunakan Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang terverifikasi. Memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sangat penting untuk memastikan bahwa obat yang dibeli adalah asli.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat melindungi diri dari risiko penggunaan obat palsu yang lebih besar.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

BPOM Mengeluarkan Peringatan Tehadap Obat Palsu: 8 Jenis yang Harus Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!