Lonjakan Infeksi Flu Tipe B di Amerika Serikat: Apa yang Perlu Diketahui?
Di Amerika Serikat, infeksi flu mengalami kenaikan yang signifikan, terutama akibat meningkatnya kasus influenza tipe B. Lonjakan ini tampaknya paling terasa di kalangan anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Epidemiolog Dr. Caitlin Rivers memperingatkan bahwa situasi ini menunjukkan tren mirip dengan tahun lalu, di mana jumlah kasus flu menurun sebelum mengalami lonjakan kembali.
Lonjakan kasus influenza tipe B telah menjadi perhatian bagi para profesional kesehatan. Dr. Rivers mencatat, 'Kami melihat puncak kedua, atau lonjakan ulang kasus flu,' yang mencerminkan dampak musim dingin yang melanda wilayah AS.
Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas flu tipe B meningkat meskipun terjadi sedikit penurunan persentase dari pekan sebelumnya. Sementara itu, flu tipe A tetap stabil.
Dr. Rivers juga menyampaikan, 'Saya memperkirakan peningkatan ini juga akan terjadi pada orang dewasa,' menunjukkan bahwa flu dapat melanda semua usia.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Influenza B berbeda dari influenza A dalam hal virusnya. Ini berarti bahwa seseorang bisa terinfeksi kembali jika terpapar strain yang berbeda walaupun telah mengalami penyakit sebelumnya.
Vaksin flu tahun ini dirancang dengan komponen perlindungan terhadap dua strain influenza A dan satu strain influenza B, yang diharapkan bisa mengurangi risiko penyakit berat dan rawat inap.
Gejala dari kedua tipe influenza ini hampir serupa, seperti demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, serta kelelahan, dan dapat diobati dengan antivirus.
Data terbaru menunjukkan sekitar 87 persen kasus flu saat ini disebabkan oleh influenza tipe A, sedangkan 13 persen disebabkan oleh tipe B. CDC melaporkan banyak negara bagian mengalami tinggi aktivitas flu.
Dengan 29 negara bagian melaporkan tingkat flu yang tinggi, angka kematian akibat flu di kalangan anak-anak mencapai 52 kasus sejak awal musim ini, menunjukkan dampak yang signifikan terhadap anak-anak.
Meski COVID-19 dan respiratory syncytial virus (RSV) masih ada, flu kini kembali menjadi infeksi pernapasan yang paling dominan di AS, memperjelas pentingnya tindakan pencegahan.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: