Waspada, Virus Nipah Jadi Ancaman Kesehatan di Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya virus Nipah, meski virus ini belum terdeteksi di Indonesia.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Dengan tingkat kematian yang tinggi, Benjamin menekankan pentingnya kontrol kesehatan yang ketat, terutama bagi mereka yang baru kembali dari luar negeri.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang bisa berpindah dari hewan ke manusia, bahkan dapat menular antar manusia dalam beberapa kasus.
Gejala awalnya mirip dengan infeksi saluran pernapasan atas, tetapi bisa berlanjut menjadi pneumonia berat dengan tingkat kematian antara 40 hingga 75%.
Benjamin menggambarkan risiko ini sebagai kondisi yang sangat berbahaya, dengan menyerukan perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah.
Kendati saat ini belum ada kasus di Indonesia, penting untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran yang dapat terjadi.
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat, terutama di pintu masuk negara seperti bandara.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Benjamin menekankan, "Controlling ketat itu paling penting. Jadi controlling ketat, maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat."
Setiap kedatangan dari luar negeri diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan yang mendetail untuk mengidentifikasi potensi infeksi.
Fasilitas kesehatan yang ada di bandara kini lebih siap untuk melakukan deteksi dini terhadap virus Nipah.
Secara global, virus Nipah ditemukan di India dengan dua kasus terkonfirmasi sejak September 2025, di mana pemerintah India melakukan lockdown ketat untuk mencegah penyebarannya.
Benjamin mengingatkan, meskipun virus ini tidak secepat COVID-19 menyebar, dampaknya bisa serius jika terjadi penularan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: