Polemik Keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian: MUI dan Istana Berbincang
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk menarik diri dari Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Tanggapan resmi datang dari Istana, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menyatakan perlunya dialog untuk menjelaskan keputusan tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah akan berupaya melakukan dialog dengan MUI untuk menjelaskan latar belakang keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian.
Prasetyo menekankan bahwa keanggotaan ini adalah langkah strategis untuk membangun dialog internasional yang lebih baik.
"Kita nanti akan berdialog dengan MUI dan kami yakin nanti kita akan berikan penjelasan kenapa kita memutuskan untuk bergabung di Board of Peace ini," ungkap Prasetyo saat berbicara kepada wartawan di Sentul, Bogor.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, memberikan penjelasan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tidak mempertimbangkan posisi Palestina.
"Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina," jelasnya dalam pernyataan melalui akun X pribadinya.
Cholil menilai bahwa keanggotaan Indonesia dalam forum ini, yang diprakarsai oleh Donald Trump, tidak melibatkan negara Palestina dan justru berkolaborasi dengan Perdana Menteri Israel, Netanyahu.
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa bila Indonesia tidak terlibat dalam Dewan Perdamaian, risiko yang dihadapi adalah hilangnya kesempatan untuk menyuarakan kepentingan nasional di forum internasional.
"Itu kan bagian dari cara kita membangun dialog. Kalau kita tidak ikut bergabung, bagaimana kita berdialog untuk memberikan masukan, memberikan pendapat," tegas Prasetyo.
Ia juga menyatakan bahwa keanggotaan Indonesia di forum tersebut adalah peluang untuk menyuarakan dukungan bagi masyarakat Palestina serta melaksanakan upaya diplomasi.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: