Tragedi Pembunuhan Ibu di Lombok: Ancamannya Terungkap di Tengah Penyidikan
Sebuah tragedi mengguncang Lombok Barat ketika seorang pria bernama Bara Primario diduga membunuh ibunya, Yeni Yudi Astuti, dan membakar jasadnya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Insiden ini dipicu oleh permintaan uang yang tidak dipenuhi, yang mengarah pada tindakan brutal yang mengejutkan masyarakat setempat.
Penemuan jasad yang terbakar di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat pada 25 Januari 2026 mengundang perhatian pihak kepolisian setempat.
Tim Jatanras Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menangkap Bara Primario di daerah Monjok Baru, Kota Mataram, pada tengah malam setelah penemuan ini.
Kombes Mohammad Kholid, Kabid Humas Polda NTB, menyatakan bahwa pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini terancam hukuman maksimum seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
Motif dari pembunuhan ini berakar pada rasa sakit hati Bara yang meminta uang sebesar Rp 39 juta kepada ibunya untuk membayar utang, namun ditolak.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Dari penolakan itu, pelaku merasa tertekan dan memutuskan untuk melakukan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Peristiwa naas ini terjadi di malam hari ketika Bara menghabisi nyawa ibunya sendiri dan kemudian membakar jasadnya untuk menghilangkan jejak.
Penyelidikan dimulai ketika warga setempat menemukan kobaran api yang mencurigakan di lokasi penemuan jasad.
Sebagian bercak darah ditemukan di dalam mobil yang digunakan oleh Bara, menambah bukti dalam proses penyelidikan.
Saksi yang melihat mobil itu segera melaporkannya ke polisi, yang kemudian memicu penyisiran lokasi dan pengumpulan bukti.
Analisis forensik terhadap bercak darah menunjukkan adanya kekerasan pada tubuh korban, semakin memperkuat tuduhan terhadap pelaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: