Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk: Ancaman Boikot Berpotensi Menghancurkan FIFA
Piala Dunia 2026 kini terancam oleh seruan boikot dari berbagai negara akibat isu status tuan rumah Amerika Serikat. Ini bisa berimplikasi besar bagi FIFA yang berpotensi menghadapi kebangkrutan jika turnamen tidak terlaksana.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Jerman, Inggris, dan Spanyol mulai bersuara mendukung ide boikot seiring dengan meningkatnya ketegangan politik yang melibatkan AS.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah. Akan tetapi, baru-baru ini muncul dorongan dari Jerman untuk mencabut status tuan rumah kepada Amerika Serikat.
Dorongan ini muncul seiring dengan ketegangan diplomatik yang meningkat antara Jerman dan Washington, yang dipicu oleh pernyataan kontroversial dari Donald Trump. Negara-negara seperti Inggris, Spanyol, dan Skotlandia pun ikut mengeluarkan ancaman serupa terkait partisipasi mereka dalam turnamen.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Rob Wilson, seorang pakar keuangan sepak bola, menyatakan bahwa pembatalan Piala Dunia berpotensi memicu kebangkrutan FIFA. Ia mengatakan, 'Biaya bukanlah masalah besar. Yang menjadi masalah adalah kontrak, logistik, pengaturan keamanan, infrastruktur siaran, dan semua hal legal yang akan muncul.'
Diperkirakan, anggaran untuk Piala Dunia dapat menyentuh angka 4 miliar dolar AS, dengan setiap kota penyelenggara mengeluarkan hingga 250 juta dolar AS untuk persiapan.
Pembatalan Piala Dunia akan berakibat kehilangan pendapatan yang signifikan bagi FIFA dan semua pihak yang terlibat, termasuk sponsor dan sektor pariwisata. 'Ada penyiar, sponsor, stadion, infrastruktur yang sedang dibangun,' kata Wilson menambahkan.
Notabene, pemindahan tuan rumah dapat memicu gugatan ganti rugi terbesar dalam sejarah, karena banyak penggemar yang telah membayar untuk perjalanan dan akomodasi mereka. Wilson mengingatkan, 'Semua orang akan ingin mengajukan klaim atas kerugian jika Piala Dunia dipindahkan.'
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: