Status Darurat Ditetapkan di Bandung Barat Setelah Longsor Parah
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchi Ismail, resmi menetapkan status darurat bencana seiring dengan longsor dan banjir besar yang melanda daerah tersebut pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Langkah ini diambil setelah insiden tragis yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, mengakibatkan dampak serius pada masyarakat.
Banjir besar dan longsor yang terjadi telah berdampak pada 37 kepala keluarga, dengan 114 orang terdampak. Saat laporan berjalan, 11 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 23 orang berhasil diselamatkan.
Kendati demikian, 79 orang lainnya masih diyakini tertimbun di bawah material longsor. Tim gabungan dari berbagai lembaga berupaya keras dalam pencarian meskipun menghadapi medan yang sulit.
Korban yang berhasil diselamatkan saat ini ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu, di mana mereka mendapatkan bantuan logistik dan penanganan medis. Keberadaan posko darurat menjadi tempat perlindungan sementara bagi mereka yang terdampak.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Bupati Jeje Ritchi Ismail mengungkapkan dukacita yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia menekankan pentingnya prioritas dalam pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan pengungsi di posko darurat.
Dalam pernyataannya, Jeje mengungkapkan, "Kami bersama tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa dan kecamatan, serta relawan terus berupaya maksimal melakukan pencarian dan penyelamatan."
Namun, proses pencarian tidak mudah. Kondisi tanah yang tidak stabil serta medan yang berat menjadi tantangan serius, dan pencarian harus dihentikan sementara setiap kali hujan tiba demi keselamatan para petugas.
Jeje Ritchi Ismail menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terkait kondisi geografis Bandung Barat, yang dikelilingi perbukitan dan lahan miring. Ini diharapkan dapat memperbaiki langkah-langkah mitigasi di kawasan rawan.
Diperkirakan hujan deras akan berlanjut hingga Februari, yang memicu urgensi pemerintah daerah untuk mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif.
Dengan evaluasi yang tepat, diharapkan bencana serupa dapat diminimalkan di lain waktu dan keselamatan masyarakat di Bandung Barat dapat terjamin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: