China Respon Undangan AS untuk Bergabung dalam Dewan Perdamaian Global
Pemerintah China mengonfirmasi penerimaan undangan dari Amerika Serikat untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump. Dewan ini bertujuan mengawasi pemerintahan dan rekonstruksi Gaza setelah konflik Israel-Hamas.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Meskipun demikian, Beijing belum mengambil keputusan mengenai partisipasinya, meskipun hubungan antara China dan AS dinyatakan tetap stabil oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.
Gagasan untuk membentuk Dewan Perdamaian muncul setelah gencatan senjata Israel dan Hamas pada akhir tahun lalu. Dewan ini berfungsi untuk mengintegrasikan pendanaan, keamanan, dan kebijakan politik di Gaza bersama pemerintah teknokrat Palestina.
Washington mencatat bahwa dewan ini berpotensi untuk memperluas mandatnya ke konflik lainnya di berbagai belahan dunia. Dalam tawaran yang diajukan, Gedung Putih menawarkan keanggotaan selama tiga tahun dengan biaya sekitar US$1 miliar untuk kursi tetap dalam dewan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Undangan serupa juga disebar kepada pemimpin dunia lainnya, termasuk Rusia. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengonfirmasi bahwa Presiden Vladimir Putin saat ini sedang mempelajari rincian proposal tersebut.
Negara-negara lain seperti Hongaria, Maroko, Vietnam, Kazakhstan, dan Argentina juga dilaporkan menerima tawaran dari Washington. Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak tawaran ini, yang berujung pada reaksi keras dari Trump.
Dalam menanggapi penolakan Macron, Trump mengancam akan menerapkan tarif hingga 200% terhadap produk anggur dan sampanye Prancis. Ia menegaskan, 'Yah, tidak ada yang menginginkannya [Macron], karena dia akan segera lengser dari jabatannya.'
Perkembangan ini mencerminkan dinamika kompleks dalam hubungan internasional, di mana kepentingan konflik di Gaza dapat berimplikasi pada kebijakan negara-negara besar.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: