BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 22 JANUARI 2026 • 21:27 WIB

Keyakinan Prabowo Terhadap Masa Depan Ekonomi Indonesia di 2026

Keyakinan Prabowo Terhadap Masa Depan Ekonomi Indonesia di 2026Keyakinan Prabowo Terhadap Masa Depan Ekonomi Indonesia di 2026

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap kuat meski menghadapi tantangan global. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato kunci di World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Ia mengacu pada laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menempatkan Indonesia sebagai 'Global Bright Spot', menunjukkan optimisme meski di tengah tekanan eksternal.

Konteks Pertumbuhan Ekonomi Global

Dalam pidatonya, Prabowo mengakui adanya tantangan utama bagi ekonomi global, seperti kondisi keuangan yang ketat dan ketegangan perdagangan antarnegara. Ia menekankan bahwa, meskipun ada ketidakpastian, Indonesia tetap optimis mencapai pertumbuhan yang solid.

Menggunakan data dari IMF, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang perlu diperhitungkan meskipun dalam situasi sulit. 'Meskipun dunia menghadapi kondisi keuangan yang semakin ketat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, Indonesia optimis akan terus tumbuh,' imbuhnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya stabilitas sosial dan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Tanpa adanya kondisi yang mendukung, pertumbuhan yang diharapkan bisa menjadi sulit dicapai.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Indikator Ekonomi Indonesia

Prabowo menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia telah tumbuh lebih dari 5% per tahun selama sepuluh tahun terakhir. Ia optimis bahwa trend positif ini akan terus berlanjut, bahkan mengalami peningkatan pada tahun 2026.

Ia juga mencatat bahwa inflasi tetap berada dalam kisaran terkendali, yaitu sekitar 2%. 'Inflasi kita tetap sekitar 2% dan defisit APBN sekarang dijaga tetap rendah, yaitu 3% terhadap PDB,' jelasnya.

Pengendalian defisit APBN yang rendah dimaksudkan agar dapat menciptakan ruang untuk investasi dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berupaya memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa depan.

Strategi Ke Depan

Dalam menghadapi berbagai tantangan global, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi internasional untuk memanfaatkan peluang yang ada. Prabowo menekankan pentingnya kerja sama dalam mendukung keberhasilan ekonomi Indonesia.

Program-program peningkatan daya saing nasional juga menjadi prioritas pemerintah. 'Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan daya saing domestik agar dapat beradaptasi dengan dinamika pasar global,' ujar Prabowo.

Secara keseluruhan, optimisme ini diharapkan dapat menggerakkan berbagai sektor ekonomi, termasuk industri, perdagangan, dan sektor jasa, untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keyakinan Prabowo Terhadap Masa Depan Ekonomi Indonesia di 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!