BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 22 JANUARI 2026 • 14:11 WIB

Aksi Mogok Pedagang Daging Jakarta Terkait Harga Sapi Hidup yang Melonjak

Aksi Mogok Pedagang Daging Jakarta Terkait Harga Sapi Hidup yang MelonjakAksi Mogok Pedagang Daging Jakarta Terkait Harga Sapi Hidup yang Melonjak

Pedagang daging di Jakarta melakukan aksi mogok sebagai protes terhadap lonjakan harga sapi hidup yang berdampak pada harga daging di pasaran. Aksi ini berlangsung dari 22 hingga 24 Januari 2026, melibatkan seluruh pasar tradisional dan Rumah Potong Hewan di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan walaupun ada seruan mogok dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), banyak pedagang tetap melanjutkan aktivitas berjualannya. Hal ini menunjukkan kompleksitas situasi antara keinginan untuk mogok dan kebutuhan untuk berjualan.

Latar Belakang Mogok Berjualan

Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta mengumumkan aksi mogok selama tiga hari mulai 22 Januari 2026. Aksi ini diambil sebagai respons terhadap harga daging sapi yang terus melambung.

Meningkatnya harga sapi hidup di tingkat feedloter menjadi alasan utama mogok ini. Berdasarkan Surat Nomor 175/PABB-APDI/I/2026, mogok ini ditujukan kepada seluruh pedagang daging di Jabodetabek.

Para pedagang mengungkapkan bahwa mereka merasa tertekan karena belum adanya kepastian dari pemerintah untuk menstabilkan harga daging. Daya beli masyarakat yang semakin menurun juga menjadi perhatian serius bagi mereka.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Respon Gubernur Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan tanggapan resmi mengenai aksi mogok tersebut. Ia mengatakan bahwa meskipun ada seruan mogok, banyak pedagang yang akhirnya tetap berjualan.

"Yang pertama, saya membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan. Memang ada keinginan, tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta," katanya.

Pramono melanjutkan bahwa keputusan untuk mogok tidak sepenuhnya dapat diterima oleh semua anggotanya. "Karena untuk berjualan di Jakarta itu juga menjadi bagian yang tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya untuk berjualan," tambahnya.

Dampak Aksi Mogok terhadap Pasar

Aksi mogok ini memiliki potensi dampak yang besar terhadap kestabilan pasokan daging di pasar. Jika mogok berlangsung sesuai jadwal, kemungkinan akan terjadi kelangkaan daging sapi yang berdampak negatif bagi konsumen.

Kenaikan harga daging sapi yang tidak teratasi, bersamaan dengan daya beli masyarakat yang melemah, dapat memicu ketidakpuasan yang lebih luas. Pedagang pun berharap agar pemerintah segera mengupayakan langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini.

Penting untuk dicatat bahwa pemerintah harus memberikan perhatian serius dalam menjaga kesejahteraan pelaku usaha di sektor daging serta mencari solusi yang adil bagi konsumen.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Aksi Mogok Pedagang Daging Jakarta Terkait Harga Sapi Hidup yang Melonjak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!