BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 19 JANUARI 2026 • 14:29 WIB

Peluang dan Tantangan Sistem E-Voting dalam Pemilu Indonesia

Peluang dan Tantangan Sistem E-Voting dalam Pemilu IndonesiaPeluang dan Tantangan Sistem E-Voting dalam Pemilu Indonesia

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan perlunya kajian mendalam terkait usulan penggunaan sistem pemungutan suara digital atau e-voting dalam Pemilihan Umum.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Dasco memperingatkan bahwa meskipun teknologi dapat memudahkan proses, aspek keamanan dan akurasi harus menjadi prioritas utama.

Pentingnya Kajian Mendalam terhadap E-Voting

Dasco menggarisbawahi bahwa semua usulan untuk memperbaiki sistem pemilihan umum harus disertai dengan kajian yang komprehensif.

Ia menyatakan, "Nah, ini yang perlu kemudian kita pelajari benar bagaimana kemudian kalau e-voting itu dilakukan di Indonesia," menandakan bahwa keputusan ini tidak bisa diambil sembarangan.

Belajar dari pengalaman negara lain yang sudah menerapkan sistem e-voting menjadi krusial meski ada potensi manipulasi hasil akibat kreativitas partai politik di negara-negara tersebut.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Tantangan dan Potensi E-Voting

Dasco juga menyoroti bahwa pengamanan teknologi harus menjadi fokus pembahasan dalam implementasi e-voting.

Ia menambahkan, "Hal pengamanan dari teknologinya e-voting itu yang juga perlu dikaji. Semua nanti dikaji," yang menegaskan pentingnya menjaga integritas pemilu.

Sementara banyak manfaat dari penerapan e-voting, tantangan dalam implementasinya juga tidak bisa diabaikan.

Sikap Partai Politik terhadap E-Voting

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki pendekatan berbeda, mempertahankan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung tetapi tetap mendukung penggunaan e-voting.

Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, mengungkapkan, "Rakernas I Partai mendorong pelaksanaan pilkada yang berbiaya rendah antara lain menerapkan e-voting," mencerminkan adanya perbedaan pendapat di kalangan partai politik.

Penggunaan e-voting dalam pilkada juga dianggap sebagai cara untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu seperti praktik money politics.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peluang dan Tantangan Sistem E-Voting dalam Pemilu Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!