BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 19 JANUARI 2026 • 13:38 WIB

Proses Evakuasi Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dilakukan Lewat Jalur Darat

Proses Evakuasi Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dilakukan Lewat Jalur DaratProses Evakuasi Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dilakukan Lewat Jalur Darat

Satu jenazah dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 ditemukan di jurang dengan kedalaman 200 meter dan akan dievakuasi melalui jalur darat.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Keputusan ini diambil setelah opsi evakuasi menggunakan helikopter tidak memungkinkan karena kondisi cuaca yang buruk.

Kondisi Evakuasi yang Sulit

Kasi Operasional Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa rute evakuasi melalui darat sangat menantang. "Memang cukup jauh ada beberapa jam baru bisa dengan medan yang ekstrem untuk melakukan sampai ke tempat," ungkapnya.

Keputusan untuk mengambil jalur darat mempertimbangkan keselamatan tim evakuasi serta kondisi lokasi yang sulit dijangkau.

Proses ini memerlukan persiapan ekstra untuk memastikan keamanan seluruh anggota tim. Meskipun jalan darat lebih kompleks, Andi menjamin tim tetap akan bertugas semaksimal mungkin untuk menjemput jenazah dan meneruskan pencarian.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Perluasan Operasi Pencarian

Selain evakuasi jenazah, Basarnas berencana memperluas pencarian untuk menemukan serpihan pesawat lainnya. Andi menegaskan, "Iya, kalau itu sudah pasti memperluas wilayah yang kemarin kita sudah sisir, akan digeser untuk diperluas."

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai tim gabungan yang dikerahkan ke daerah-daerah sekitar lokasi kecelakaan. Dengan kesepakatan ini, diharapkan informasi lebih jelas mengenai keberadaan pesawat dan kemungkinan korban lain dapat terungkap.

Fokus utama pada tahap ini adalah memastikan bahwa seluruh area di sekitar lokasi telah diperiksa dengan seksama, guna menemukan informasi lebih lanjut tentang kecelakaan yang terjadi.

Cuaca Buruk Hambat Proses Evakuasi

Kondisi cuaca menjadi faktor utama yang mempengaruhi jalannya operasi pencarian dan evakuasi. Angin kencang dan hujan deras membuat jalur udara tidak dapat digunakan sama sekali, sebagaimana dijelaskan oleh Andi Sultan.

Meski demikian, tim Basarnas tetap berkomitmen untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, meskipun jalur darat merupakan tantangan tersendiri.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menemukan dan mengevakuasi jenazah lainnya. Keselamatan tim evakuasi menjadi prioritas utama, sehingga semua tindakan akan diambil dengan penuh kehati-hatian dan perencanaan matang.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Proses Evakuasi Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dilakukan Lewat Jalur Darat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!