Maria Corina Machado Dukung Invasi AS dan Ajak Trump Raih Nobelnya
Maria Corina Machado, tokoh oposisi dari Venezuela, menyatakan dukungannya terhadap invasi militer Amerika Serikat di negaranya dalam pertemuan di Gedung Putih.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Dalam acara tersebut, ia juga memberikan penghargaan Nobel Perdamaian yang dimenangkannya kepada Presiden Donald Trump, meski banyak yang meragukan maksud sebenarnya.
Machado mengungkapkan dukungan terbuka terhadap langkah militer yang dilakukan oleh AS di Venezuela. Ia menyatakan bahwa hanya dengan cara ini pemerintahan Nicolas Maduro dapat diakhiri.
Menurutnya, invasi tersebut adalah jalan untuk memberikan kebebasan bagi rakyat Venezuela dan diharapkan dapat mengubah struktur pemerintahan yang ada.
Ia berpendapat bahwa intervensi asing ini menjadi opsi vital demi mencapai masa depan yang lebih baik bagi negaranya.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Pertemuan Machado dengan Trump berlangsung dalam suasana yang penuh tanda tanya. Ia secara simbolis menyerahkan medali Nobel Perdamaian kepada presiden AS, mengatakan, 'Saya memberikan medali, Hadiah Nobel Perdamaian, kepada presiden Amerika Serikat.'
Machado menarik perbandingan historis dengan mencatat bagaimana Marquis de Lafayette memberikan penghargaan kepada Simon Bolivar di masa silam. Ia mengklaim, 'Dua ratus tahun dalam sejarah, rakyat Bolivar memberikan medali kepada pewaris Washington.'
Tindakan ini menuai kritik dan menyisakan berbagai spekulasi mengenai niat dan dampak dari penghargaannya.
Reaksi terhadap pernyataan Machado begitu beragam. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebutkan bahwa suara Machado adalah 'luar biasa dan berani', namun tetap menekankan tidak ada perubahan dalam kebijakan AS terhadap Venezuela.
Sementara itu, Trump sendiri menunjukkan keraguan terhadap kompetensi Machado untuk memimpin negara. Ia menyatakan bahwa Machado 'tidak memiliki dukungan atau rasa hormat di dalam negeri' dan lebih memilih untuk bekerja sama dengan Delcy Rodriguez, presiden sementara.
Ketegangan ini mencerminkan kompleksitas situasi politik di Venezuela, yang terus menjadi perhatian baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: