BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 15 JANUARI 2026 • 18:25 WIB

Gempa Erupsi Tercatat di Gunung Semeru: Ancaman dan Rekomendasi Badan Geologi

Gempa Erupsi Tercatat di Gunung Semeru: Ancaman dan Rekomendasi Badan GeologiGempa Erupsi Tercatat di Gunung Semeru: Ancaman dan Rekomendasi Badan Geologi

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami aktivitas vulkanik yang intens dengan 35 gempa erupsi dalam enam jam terakhir.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Badan Geologi memberikan peringatan tentang status gunung yang berada di Level III (Siaga) dan potensi bahaya akibat awan panas yang mencapai jarak 5.000 meter.

Aktivitas Terkini Gunung Semeru

Pada Rabu, 14 Januari 2026, pantauan menunjukkan bahwa Gunung Semeru mengalami keluaran awan panas guguran secara berulang. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa proses ini mengarah ke sektor tenggara dan mengalir menuju Besuk Kobokan.

"Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan," ungkapnya.

Selama periode 7 hingga 14 Januari, aktivitas awan panas ini terlihat stabil dan disertai material vulkanik dari puncak gunung.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Pemantauan Aktivitas Seismik

Rekaman seismik menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Semeru didominasi oleh gempa letusan, guguran, dan embusan. Lana Saria menjelaskan bahwa ini menandakan adanya suplai yang terus-menerus dari bawah permukaan.

"Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," katanya.

Meskipun seismik menunjukkan fase relaksasi, Lana menekankan bahwa status waspada tetap diperlukan demi mengantisipasi potensi risiko peningkatan tekanan.

Rekomendasi Keselamatan bagi Masyarakat

Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat tetap waspada dengan status gunung yang masih berada pada Level III. Imbauan ini juga termasuk untuk pendaki dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko.

"Masyarakat dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko," tegas Badan Geologi.

Warga juga diingatkan untuk tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru, yang bisa meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Lana menambahkan, "Warga juga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru."

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gempa Erupsi Tercatat di Gunung Semeru: Ancaman dan Rekomendasi Badan Geologi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!