YouTube Rilis Fitur Baru untuk Bantu Orang Tua Atur Waktu Akses Remaja ke Video Pendek
YouTube baru saja meluncurkan fitur yang memberi orang tua lebih banyak kontrol atas akses remaja ke video pendek Shorts di platform mereka.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Fitur ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keluarga dan pembuat kebijakan mengenai penggunaan video pendek yang berpotensi menyebabkan kecanduan.
Dengan fitur baru ini, orang tua dapat menentukan batasan waktu tayang untuk video Shorts, dari dua jam hingga tanpa batas sama sekali. "Misalnya, orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol saat mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah," jelas YouTube.
Fitur ini juga mencakup pengingat waktu tidur dan istirahat yang bisa disesuaikan, dengan versi otomatis yang diterapkan bagi pengguna di bawah 18 tahun.
Pengelolaan akun remaja kini juga lebih mudah, karena YouTube memperkenalkan proses pendaftaran baru yang memungkinkan peralihan antara akun anak-anak dan akun dewasa dengan lebih cepat saat perangkat digunakan bersama.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
YouTube telah mengumumkan pembaruan pada pedoman konten yang direkomendasikan untuk pengguna remaja. Platform ini akan lebih memprioritaskan konten yang berfokus pada "keingintahuan dan inspirasi" serta "informasi yang dapat dipercaya yang mendukung kesejahteraan."
Panduan ini bertujuan untuk memblokir video yang berpotensi berdampak negatif kepada kesehatan mental remaja, seperti yang mengidealkan tipe tubuh tertentu.
Dengan langkah ini, YouTube berharap dapat mengurangi dampak negatif dari konten berbahaya dan menciptakan ruang yang lebih aman bagi penggunanya.
YouTube bukanlah satu-satunya platform yang memperhatikan perlunya kontrol orang tua. Platform lain, termasuk Instagram dan ChatGPT, juga menambahkan fitur serupa demi melindungi pengguna muda.
Baru-baru ini, Google--induk dari YouTube--menjadi sorotan ketika aktivis keamanan anak Melissa McKay membagikan informasi mengenai proses pengawasan orang tua di platform tersebut.
Menanggapi kontroversi ini, Kate Charlet, Direktur Senior Privasi di Google, menegaskan bahwa kebijakan terbaru mewajibkan persetujuan orang tua sebelum pengguna di bawah 13 tahun dapat menonaktifkan pengawasan, untuk meningkatkan keamanan pengguna muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: