Banjir Menghantam Kudus: Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah menyebabkan banjir hebat yang berdampak langsung pada ribuan penduduk. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus melaporkan sebanyak 48.193 jiwa terkena dampaknya dari 15.237 Kepala Keluarga di enam kecamatan.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyatakan bahwa banjir telah menggenangi 25 desa di enam kecamatan sejak hari Senin, 12 Januari 2026. Kejadian ini memaksa banyak warga untuk mengungsi demi mencari tempat yang lebih aman dari genangan air.
Sebanyak 25 desa di Kabupaten Kudus kini dilanda banjir, dengan Kecamatan Mejobo tercatat sebagai daerah yang paling parah terdampak. Dari laporan terbaru, diketahui bahwa 10 desa di Kecamatan Mejobo terendam, sementara Kecamatan Jekulo mencatatkan lima desa.
Kecamatan lainnya juga mengalami dampak, seperti Kecamatan Jati dengan empat desa, Kaliwungu tiga desa, Undaan dua desa, dan Bae satu desa. Peningkatan debit air tersebut terjadi menyusul hujan lebat yang turun pada awal pekan lalu.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Hingga tanggal 14 Januari 2026, tercatat 164 jiwa telah mengungsi dari rumah mereka. Di dalam jumlah tersebut, terdapat 118 perempuan dan 46 laki-laki yang kini ditempatkan di lokasi pengungsian, antara lain TPQ Khurriyatul Fikri di Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan.
Pemerintah daerah juga telah mengembangkan dapur umum di tujuh lokasi strategis untuk menjamin pasokan logistik bagi para pengungsi. Di antara lokasi tersebut termasuk Kantor PMI Kudus dan berbagai balai desa.
Kejadian banjir ini tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan akses menuju infrastruktur vital. Jalan Lingkar Kudus-Pati serta sejumlah jembatan seperti Jembatan Ngembalrejo dan Jembatan Bukduwur Tenggeles saat ini terendam, yang menyebabkan kemacetan parah di beberapa titik.
Ancaman lainnya juga muncul, termasuk potensi tanah longsor dan pohon tumbang. Menurut Eko, telah terdeteksi 132 lokasi longsor di berbagai kecamatan yang berpotensi menambah kesulitan bagi warga yang terpengaruh banjir.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: