3.642 Penduduk Desa Tempur Terisolasi Usai Longsor Hebat
Desa Tempur di Kecamatan Keling, Jepara, kini terjebak dalam kondisi terisolasi setelah bencana tanah longsor yang menghancurkan akses transportasi. Sebanyak 3.642 warga dari 1.346 kepala keluarga terpaksa hidup dengan keterbatasan yang semakin memburuk.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Menurut Sekretaris Desa Tempur, Mahfud Aly, satu-satunya jalur ke desa lain hanya dapat dilalui sepeda motor dan pun sangat berbahaya. Situasi ini diperparah dengan pemadaman listrik yang melanda wilayah tersebut.
Tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah. Laporan menyebutkan bahwa dua tiang listrik roboh dan satu lainnya patah di jalan Tempur-Duplak, sehingga memicu pemadaman listrik di sejumlah tempat di desa.
Warga juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan mendesak seperti obat-obatan, bahan bakar minyak (BBM), dan gas elpiji akibat akses yang terbatas. Stok bahan pokok di desa semakin menipis, forcing residents to rely on assistance from volunteers.
Beberapa rumah dilaporkan rusak akibat terkena material longsor, dan satu rumah bahkan mengalami kerusakan total. Penanganan terhadap dampak bencana ini menjadi prioritas utama, dengan fokus pada pembukaan akses dan pembersihan material longsor.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengungkapkan bahwa timnya sedang bekerja keras untuk membuka kembali akses jalan yang terputus. Tiga unit alat berat direncanakan akan diterjunkan, meskipun arus Sungai Gelis yang deras menjadi kendala.
BPBD juga mengusulkan strategi alternatiif seperti pengalihan aliran sungai dan pembuatan badan jalan baru sepanjang sekitar 4,5 meter. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses kendaraan menuju Desa Tempur.
Selain itu, sektor pertanian di daerah tersebut juga mengalami dampak signifikan. Puluhan hektar sawah dilaporkan hanyut terbawa banjir, dengan ratusan hektar lainnya terendam air. Proses pendataan kerugian akibat bencana ini masih berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen untuk memastikan ketersediaan logistik pangan selama 10 hari ke depan. Berbagai instansi lain turut berkolaborasi dalam upaya melaksanakan layanan dasar bagi warga Desa Tempur.
Meskipun akses jalan masih terputus, relawan terus berupaya mendistribusikan logistik ke posko-posko yang strategis. Penanganan bencana ini menyoroti betapa pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani konsekuensi bencana yang berkepanjangan.
Dengan semua upaya yang dikerahkan, diharapkan warga Desa Tempur segera mendapatkan akses yang dibutuhkan dan mampu memulihkan rutinitas kehidupan mereka.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: