BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 09 JANUARI 2026 • 10:48 WIB

AS Sita Kapal Tanker Minyak Berbendera Rusia di Atlanti Utara

AS Sita Kapal Tanker Minyak Berbendera Rusia di Atlanti UtaraAS Sita Kapal Tanker Minyak Berbendera Rusia di Atlanti Utara

Amerika Serikat baru-baru ini melakukan penyitaan terhadap sebuah kapal tanker yang terkait dengan Rusia di perairan Atlantik Utara. Kapal yang sebelumnya dikenal sebagai Bella-1 ini ditangkap karena dugaan pelanggaran terhadap sanksi-sanksi yang diberlakukan AS terhadap pengangkutan minyak ke Venezuela.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Kapal tersebut, yang kini dikenal sebagai Marinera, dikejar hingga jauh dari lepas pantai Venezuela. Tindakan ini menuai kecaman keras dari pihak Rusia, yang tidak terima dengan operasi yang diklaim sebagai tindakan hukum tersebut.

Operasi Penangkapan Kapal Tanker

Penyitaan kapal tanker oleh otoritas AS berlangsung meskipun kapal tersebut dilindungi oleh Angkatan Laut Rusia. Menurut laporan AFP dan Anadolu Agency, tindakan ini diambil berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh pengadilan federal AS.

Komando Eropa AS menyatakan, "Kapal itu disita di Atlantik Utara berdasarkan surat perintah yang dirilis oleh pengadilan federal AS." Ini menunjukkan adanya kerjasama antara beberapa departemen pemerintah AS dalam operasi tersebut.

Penyitaan ini adalah hasil dari kolaborasi yang melibatkan Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Departemen Pertahanan, menandakan komitmen AS terhadap penegakan hukum internasional.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Pernyataan dari Pejabat AS

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan komitmen AS terhadap sanksi minyak Venezuela, yang berlaku secara global. "Blokade terhadap minyak Venezuela yang dikenai sanksi dan ilegal tetap berlaku sepenuhnya - di mana pun di dunia," katanya.

Pernyataan resmi dari Pentagon menambah pemahaman tentang operasi ini, menegaskan bahwa tindakan tersebut diambil demi melindungi keamanan dan stabilitas di Belahan Bumi Barat.

Ini menciptakan gambaran bahwa AS tidak hanya berfokus pada penegakan hukum domestik, tetapi juga mengikuti perkembangan dan keadaan politik global.

Reaksi Rusia terhadap Penyitaan

Menanggapi penyitaan kapal ini, Kementerian Transportasi Rusia mengkritik tindakan Amerika Serikat. Mereka menekankan pentingnya menghormati kebebasan navigasi di perairan internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga meminta AS untuk mengizinkan pulangnya awak kapal berkewarganegaraan Rusia. Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran mengenai hak navigasi dan perlakuan terhadap warga negaranya.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan bahwa awak kapal akan dibawa ke AS untuk diadili, dengan alasan kapal tersebut berlayar menggunakan "bendera palsu". Leavitt menyatakan, "Ini adalah kapal armada bayangan Venezuela yang telah mengangkut minyak yang dikenai sanksi."

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

AS Sita Kapal Tanker Minyak Berbendera Rusia di Atlanti Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!