Tangerang Selatan Perpanjang Status Darurat Sampah Hingga 2026
Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi memperpanjang status darurat penanganan sampah hingga 19 Januari 2026. Langkah ini diambil untuk memperbaiki efektivitas dalam pengangkutan dan pembersihan sampah di berbagai wilayah.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, mengungkapkan bahwa fokus utama perpanjangan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku buang sampah yang benar.
Perpanjangan status darurat dilakukan setelah evaluasi yang menunjukkan bahwa penanganan sampah fase pertama masih belum optimal. Tumpukan sampah di berbagai lokasi masih signifikan, sehingga pengangkutan sampah perlu ditingkatkan.
Essa Nugraha menjelaskan bahwa selama perpanjangan, tim satuan tugas akan aktif melakukan pengangkutan untuk menjaga kebersihan dan mencegah penumpukan sampah yang lebih besar.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban dan membuat proses pembersihan lebih efektif seiring dengan edukasi masyarakat mengenai pentingnya buang sampah pada tempatnya.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Sebagai bagian dari pengelolaan sampah, Pemkot Tangsel memutuskan untuk mengalihkan pengiriman sampah ke Cileungsi, Kabupaten Bogor. Keputusan ini diambil setelah adanya protes dari masyarakat mengenai pengiriman sampah ke TPAS Cilowong di Kota Serang.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengonfirmasi bahwa pengalihan tersebut akan melibatkan sekitar 200 ton sampah per hari selama dua minggu ke depan. Penghentian ke Cilowong bersifat sementara dan bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan.
Langkah ini dianggap strategis untuk mencegah konflik dengan masyarakat dan menjaga lingkungan yang lebih bersih.
Benyamin Davnie juga mengungkapkan bahwa Pemkot Tangsel tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah. Ia berharap dengan situasi ini, akan ada upaya perbaikan yang lebih cepat dan efektif.
Harapan kedepannya adalah Tangsel dapat mencapai kemandirian dalam pengelolaan limbah sendiri, tanpa harus bergantung pada kerjasama darurat dengan daerah lain.
Dengan komitmen ini, pemkot berharap dapat mengatasi permasalahan sampah secara berkelanjutan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi warga.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: