BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 08 JANUARI 2026 • 10:45 WIB

Tuduhan Serius Doktif Terhadap Richard Lee: Pajak dan Gelar yang Dipertanyakan

Tuduhan Serius Doktif Terhadap Richard Lee: Pajak dan Gelar yang DipertanyakanTuduhan Serius Doktif Terhadap Richard Lee: Pajak dan Gelar yang Dipertanyakan

Dokter Samira, lebih dikenal sebagai Doktif, mengajukan tuduhan serius terhadap pengusaha skincare Richard Lee terkait pengemplangan pajak dan penggunaan gelar akademik yang diragukan keabsahannya.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Pernyataan ini disampaikan dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, di mana Doktif menjelaskan kejanggalan pada pelat nomor mobil mewah dan waktu perolehan gelar PhD Richard Lee.

Dugaan Pengemplangan Pajak Rolls Royce

Pada Rabu, 7 Januari 2026, dalam sesi jumpa pers, Doktif menegaskan bahwa Rolls Royce yang dipamerkan Richard Lee di media sosial menggunakan pelat nomor sementara yang tidak terdaftar.

"Rolls Royce yang dia gembar-gemborkan, dia flexing di medsos, dengan pelat D 1533 QGK. Pelat itu tidak pernah terdaftar. Itu adalah nomor pelat sementara, bertahun-tahun," ujar Doktif.

Ia menyatakan bahwa penggunaan pelat sementara tersebut diduga bertujuan menghindari kewajiban pajak kendaraan bermotor, dan menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran hukum.

"Dia menggunakan pelat itu untuk apa? Dugaannya Doktif untuk ngemplang pajak. Dan apa yang dia lakukan manusia ini? Dengan tenangnya dia mengangkangi Samsat Bandung," lanjutnya.

Aspirasi Keadilan Terkait Pajak

Doktif menunjukkan ketidakpuasan terhadap sikap pemerintah yang dinilai tidak cukup tegas dalam menegakkan peraturan pajak bagi kendaraan mewah.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

"Inilah manusia kebal hukum. Ya, Doktif percaya. Dan Doktif minta pemerintah benar-benar hadir. Mobil Rolls Royce dengan pajak ratusan juta, kenapa dilepaskan?" ungkapnya.

Ia juga membandingkan perlakuan terhadap pembayaran pajak mobil biasa yang dianggap tidak adil, terutama bila dibandingkan dengan pajak yang dikenakan pada kendaraan premium.

"Sementara pajak mobil yang hanya Agya, brand yang lain, yang hanya Rp100 jutaan, kan kita bayar. Kenapa puluhan miliar kok dilepaskan? Di mana keadilannya? Doktif minta keadilan aja kok," tegasnya.

Penggunaan Gelar PhD yang Dipertanyakan

Selain isu pajak, Doktif juga menyoroti kejanggalan terkait gelar PhD yang digunakan Richard Lee, yang dianggap diperoleh dalam waktu sangat singkat, yaitu hanya 1,5 tahun.

"Bagaimana perasaan teman-teman kita yang mendapatkan gelar PhD dengan susah payah, minimal 3,5 tahun? Apa yang dia lakukan? Petantang-petenteng dia masih menggunakan gelar PhD," jelas Doktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tuduhan Serius Doktif Terhadap Richard Lee: Pajak dan Gelar yang Dipertanyakan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!