Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa kepada Tokoh Pertanian di Karawang
Pada Rabu, 7 Januari 2026, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan Bintang Jasa kepada sejumlah tokoh dan petani di Karawang, Jawa Barat, sebagai pengakuan atas kontribusi mereka dalam sektor pertanian. Acara ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengumuman capaian swasembada pangan.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Dalam momen penghargaan ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih Bintang Jasa Utama atas perannya dalam reformasi pertanian. Penghargaan ini diharapkan dapat menggugah semangat para petani serta stakeholder di sektor pertanian.
Penganugerahan tanda kehormatan ini dilangsungkan dalam konteks panen raya nasional dan dihadiri secara daring oleh Sekretariat Presiden. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima Bintang Jasa Utama sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam peningkatan produksi pertanian. Ia diakui sebagai figur penting yang berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia.
Selain itu, Bintang Jasa Pratama diberikan kepada Heri Sunarto, seorang petani dari Kabupaten Sukoharjo, yang mewakili kontribusi petani lokal dalam menjaga produktivitas pangan. Penghargaan ini mencerminkan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Bintang Jasa Nararya juga diberikan kepada Bobby Irfan Effendi dan Winarto, penyuluh pertanian yang aktif dalam pendampingan petani. Keduanya diakui atas dedikasi mereka dalam memperkuat kelembagaan di daerah masing-masing.
Presiden Prabowo juga memberikan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh seperti Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Penghargaan ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pertanian.
Tokoh lain yang mendapatkan penghargaan adalah Don Muzakir, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia, yang berupaya memperkuat komunitas tani dan ketahanan pangan di Indonesia.
Dalam agenda Retret Jilid II di Hambalang, Presiden menyampaikan bahwa cadangan beras nasional kini telah mencapai lebih dari 3 juta ton, sebuah capaian yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Capaian ini melampaui rekor yang ada pada era Presiden Soeharto.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintahan dalam menciptakan fondasi untuk swasembada pangan yang ingin dicapai dalam empat tahun ke depan. Ia optimis tentang realisasi pencapaian ini pada tahun pertama pemerintahannya.
Selain beras, kemandirian pangan diharapkan juga mencakup komoditas karbohidrat lain serta protein. Ini menunjukkan pentingnya swasembada pangan sebagai prasyarat kemerdekaan bangsa, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: