Venezuela Tetapkan Satu Minggu Berkabung Pasca Serangan AS
Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan masa berkabung selama satu minggu untuk mengenang korban serangan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Pengumuman ini ditujukan sebagai penghormatan kepada mereka yang kehilangan nyawa dalam upaya yang diarahkan untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Masa berkabung yang dimulai pada Selasa (6/1/2026), mencakup penghormatan bagi 'kaum muda, perempuan, dan laki-laki yang mengorbankan nyawa mereka untuk membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro,' ujar Rodriguez dalam pernyataannya di televisi pemerintah.
Serangan yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan tujuan utama untuk menangkap Nicolas Maduro. Menurut pernyataan resmi dari Washington, hampir 200 tentaranya dikerahkan untuk operasi tersebut.
Kuba dan Venezuela mengklaim bahwa 55 personel militer mereka tewas dalam aksi ini. Jaksa Agung Venezuela juga mencatat adanya puluhan korban tewas dari kalangan sipil dan militer, meskipun tidak merinci detail lebih lanjut tentang jumlah tersebut.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Penangkapan yang ditargetkan terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menandai berakhirnya 12 tahun pemerintahan Maduro yang banyak dianggap semakin otoriter. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas oleh AS untuk mengubah kepemimpinan di Venezuela.
Washington menuduh Maduro terlibat dalam kegiatan kartel narkoba. Pemerintah AS menjadikan pernyataan ini sebagai dasar untuk penangkapannya, dengan menawarkan imbalan sebesar US$ 50 juta, atau setara dengan Rp 838 miliar, bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Masyarakat Venezuela merasakan dampak yang mendalam dari serangan tersebut, baik melalui kehilangan nyawa maupun dampak psikologis yang ditimbulkan. Masa berkabung yang ditetapkan diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi keluarga korban untuk berduka dan menghormati mereka yang telah gugur.
Rodriguez dalam siaran persnya menegaskan perlunya solidaritas di antara rakyat untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh serangan asing itu. 'Kami di sini untuk memperjuangkan kebebasan dan kedaulatan Venezuela,' katanya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: