BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 05 JANUARI 2026 • 17:20 WIB

Pasar Kencan Online Berpindah ke Asia: Indonesia Jadi Sorotan

Pasar Kencan Online Berpindah ke Asia: Indonesia Jadi SorotanPasar Kencan Online Berpindah ke Asia: Indonesia Jadi Sorotan

Perusahaan-perusahaan kencan online kini beralih fokus ke pasar Asia, setelah mengalami stagnasi di Amerika Utara dan Eropa. Kondisi ini terjadi akibat kelelahan pengguna yang dikenal sebagai 'swipe-right fatigue'.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Pasar Asia, khususnya Indonesia, menunjukkan pertumbuhan pengguna yang signifikan, terutama di kalangan wanita. Penurunan stigma terhadap kencan daring menjadi salah satu alasan utama fenomena ini.

Pergeseran Pasar Kencan Online

Platform kencan terkenal seperti Tinder dan Bumble mulai menemui tantangan dalam mempertahankan basis pengguna di pasar Barat. Data terbaru menyatakan bahwa pengguna aktif Tinder menurun 10% menjadi 51 juta pada paruh pertama 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Bumble juga mengalami penurunan jumlah pengguna sebesar 5%, dengan total pengguna menyentuh 20,8 juta. Dengan bergeser ke pasar Asia, perusahaan-perusahaan ini berupaya mengejar pertumbuhan di wilayah yang menunjukkan minat tinggi terhadap kencan online.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Indonesia dan Tren Kencan Online

Indonesia kini menjadi salah satu negara yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam pengguna aplikasi kencan online. Data mencatat bahwa negara-negara Asia, termasuk Indonesia, menguasai lima negara teratas dalam hal pertumbuhan unduhan aplikasi kencan sepanjang 2025.

Meskipun pertumbuhan pengguna terlihat positif, pendapatan dari aplikasi tersebut belum menunjukkan pencapaian yang menggembirakan. Hanya Jepang yang berhasil mencatat peningkatan pendapatan di antara negara-negara Asia lainnya.

Perspektif dan Adaptasi dalam Kencan Online

Shn Juay, Chief Executive dari Coffee Meets Bagel, menyatakan bahwa wanita di Asia semakin aktif menggunakan aplikasi kencan untuk mencari pasangan. "Perempuan tak lagi bergantung pada keluarga dan teman untuk memperkenalkan mereka ke jodoh masa depan," jelas Juay.

Pergeseran ini mengharuskan aplikasi kencan online untuk beradaptasi dengan berbagai norma budaya di setiap negara. "Orang-orang di Asia cenderung lebih berorientasi pada tujuan tertentu, yaitu mencari pasangan dalam jangka waktu lama," tambah Juay.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pasar Kencan Online Berpindah ke Asia: Indonesia Jadi Sorotan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!