BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 05 JANUARI 2026 • 14:55 WIB

Indonesia Ambil Langkah Besar Menuju Kemandirian Teknologi Antariksa

Indonesia Ambil Langkah Besar Menuju Kemandirian Teknologi AntariksaIndonesia Ambil Langkah Besar Menuju Kemandirian Teknologi Antariksa

Indonesia berambisi untuk mempercepat kemandirian teknologi antariksa dengan fokus pada optimalisasi Bandar Antariksa Biak. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyatakan bahwa peluncuran roket dan satelit secara mandiri diharapkan dapat tercapai sebelum tahun 2040.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Pengembangan ini dituangkan dalam Rencana Induk Keantariksaan Nasional (Renduk) yang mengatur visi jangka panjang Indonesia dalam bidang antariksa. Rika Andiarti, Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, menegaskan pentingnya evaluasi rencana ini untuk mengatasi tantangan dinamis yang ada.

Pengembangan Bandar Antariksa Biak

Rika Andiarti menjelaskan bahwa keberadaan Bandar Antariksa Biak sangat penting dalam implementasi Rencana Induk Keantariksaan Nasional. Rencana ini tidak hanya mencerminkan ambisi Indonesia, tetapi juga memberikan tujuan yang jelas tentang pengembangan teknologi antariksa di tanah air.

Dalam konteks ini, Rika mengingatkan bahwa perkembangan teknologi haruslah bersinergi dengan dinamika global. "Renduk dievaluasi setiap lima tahun; dalam konteks saat ini, sejumlah target dan strategi perlu didefinisikan ulang agar lebih adaptif dan realistis," tuturnya.

Dengan target peluncuran roket dan satelit secara mandiri diharapkan bisa terwujud pada tahun 2040, BRIN sedang menjajaki langkah-langkah untuk mempercepat realisasi ambisi ini. Menurut Arif, percepatan tersebut diperlukan agar Indonesia bisa berkompetisi lebih baik di tingkat internasional.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Fokus pada Infrastruktur dan Kelembagaan

Selama kunjungan kerja di Kawasan Sains M. Ibnoe Subroto, Arif Satria menekankan pentingnya membangun infrastruktur fisik yang mendukung program antariksa. Ia menyatakan bahwa sistem yang terintegrasi adalah kunci untuk menghindari tumpang tindih kewenangan dalam pengembangan ini.

Pertemuan tersebut turut membahas kesiapan fasilitas yang mendukung peluncuran satelit dan roket. Optimalisasi Bandar Antariksa Biak diharapkan dapat menjadi pusat peluncuran nasional serta meningkatkan kerjasama internasional di masa depan.

Arif menjelaskan bahwa kejelasan dalam tata kelola dan pembagian peran akan sangat membantu program strategis untuk berjalan lebih efektif. "Yang utama adalah bagaimana fungsi keantariksaan berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan," imbuhnya.

Mendorong Riset dan Inovasi

Dalam diskusi mengenai pengembangan teknologi antariksa, Arif menegaskan bahwa kerja keras dan komitmen adalah faktor utama untuk mencapai keunggulan. Dalam pandangannya, "Tidak ada negara yang berjaya di antariksa dengan kerja setengah-setengah. Kesuksesan adalah fungsi dari pemanfaatan waktu," katanya.

Ia mendorong para peneliti untuk meningkatkan kualitas riset dan memanfaatkan peluang yang ada, termasuk hibah riset dari luar negeri. BRIN berkomitmen untuk terus menyempurnakan mekanisme pendanaan dan penghargaan riset di bidang antariksa.

Dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan, BRIN berharap Indonesia mampu bersaing dalam pengembangan teknologi antariksa dan tidak tertinggal dalam kompetisi global.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Indonesia Ambil Langkah Besar Menuju Kemandirian Teknologi Antariksa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!