Prabowo: TNI Harus Memiliki Semangat Tinggi dalam Penanganan Bencana
Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat koordinasi di Aceh Tamiang untuk memperkuat penanganan bencana. Dalam kesempatan itu, ia mengganti istilah 'uang lelah' yang diberikan kepada prajurit TNI menjadi 'uang semangat'.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Pernyataan tersebut disampaikan setelah laporan mengenai alokasi anggaran untuk kebutuhan operasional prajurit TNI yang terlibat dalam proses penanggulangan bencana. Prabowo menekankan pentingnya dedikasi dan komitmen prajurit dalam melayani masyarakat.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, yang memberikan laporan mengenai kebutuhan anggaran untuk TNI di lapangan. Prabowo menekankan pentingnya dukungan semua pihak dalam memastikan kelancaran penanganan bencana.
Menurut Suharyanto, BNPB mendukung semua kebutuhan satuan operasi selama masa tanggap darurat. Meskipun anggaran penuh belum terpenuhi, BNPB telah mencairkan Rp 26 miliar dari total kebutuhan yang lebih dari Rp 80 miliar.
Kehadiran Prabowo dalam rapat ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga koordinasi antar lembaga dalam menghadapi situasi darurat. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan bencana memerlukan kerjasama yang solid antara TNI, BNPB, dan pemerintah daerah.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Suharyanto awalnya menyampaikan informasi terkait anggaran, termasuk uang makan dan uang lelah yang diberikan kepada prajurit TNI. Merespons laporan tersebut, Prabowo mengoreksi istilah 'uang lelah' menjadi 'uang semangat'.
Ia berpendapat bahwa tentara tidak seharusnya merasakan lelah dalam melaksanakan tugas. Prabowo menegaskan, "Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara nggak boleh lelah."
Pernyataan ini mencerminkan komitmenTNI untuk selalu siap dan berjuang dalam berbagai situasi. Ini juga menunjukkan betapa pentingnya moral dan semangat juang bagi para prajurit dalam menjalankan misi mereka.
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menjelaskan peran institusinya dalam pembiayaan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Ia menekankan bahwa BNPB berperan aktif dalam melakukan perbaikan sebelum melaporkan anggaran yang digunakan.
Suharyanto menjelaskan, "Kemudian untuk kebutuhan jembatan dan sebagainya, jembatan gantung semuanya dibiayai oleh pemerintah lewat BNPB." Ini menunjukkan bahwa BNPB berkomitmen untuk segera merespons kebutuhan masyarakat pascabencana.
Melalui mekanisme ini, BNPB berupaya untuk menggunakan anggaran dengan efisien. Keputusan untuk memperbaiki infrastruktur juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi dampak bencana di masa depan.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: